Waisai, RajaAmpatNews– Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Raja Ampat menggelar kegiatan Temu Kader PKK se-Kabupaten Raja Ampat di Gedung Pari, Waisai, ibu kota Kabupaten Raja Ampat. Kegiatan ini diikuti 334 peserta yang berasal dari 24 distrik dan 124 kampung, sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas kader PKK di seluruh wilayah Raja Ampat,. Selasa,(14/10/2025).
Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Raja Ampat, Drs. Mansyur Syahdan, M.Si., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini dengan lancar.
“PKK memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan masyarakat, terutama dalam pemberdayaan perempuan dan keluarga di berbagai aspek kehidupan — mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi hingga lingkungan hidup,” ujar Mansyur.
Menurutnya, melalui 10 program pokok PKK, para kader menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat hingga ke kampung-kampung terpencil. Ia menilai Temu Kader PKK tahun 2025 sebagai momentum penting untuk memperkuat kapasitas dan kompetensi kader agar lebih efektif dalam mengimplementasikan program-program PKK di wilayah masing-masing.
Wakil Bupati juga berharap kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengalaman antar kader, memperkuat sinergi, serta menumbuhkan semangat inovatif dan kreatif dalam mendukung kesejahteraan keluarga di Raja Ampat.
“Saya berharap keluarga-keluarga di Raja Ampat dapat tumbuh menjadi keluarga yang sehat, sejahtera, maju, dan mandiri berkat kerja nyata para kader PKK di lapangan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Raja Ampat, Ny. Rusmiati Burdam, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan Temu Kader ini merupakan bentuk nyata komitmen PKK dalam mendukung program prioritas pemerintah daerah, khususnya di bidang kesehatan keluarga, perlindungan anak, dan pencegahan stunting.
> “Saya sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Raja Ampat bersyukur karena berhasil menggerakkan kader PKK hingga ke tingkat distrik dan kampung untuk mengikuti kegiatan sosialisasi hari ini,” ujar Rusmiati.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan sosialisasi pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pencegahan stunting, serta pemahaman tentang gizi seimbang dan jajanan sehat bagi anak-anak sekolah.
Rusmiati menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen memperkuat peran kader PKK sebagai ujung tombak edukasi masyarakat di tingkat kampung.
“Kami mengundang ibu-ibu Ketua PKK dari distrik dan kampung karena mereka memiliki peran penting di wilayah masing-masing. Dengan memahami materi langsung, mereka bisa menerapkannya kembali di daerahnya,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dari hasil pemantauan di sembilan posyandu, sebagian besar kasus yang terdeteksi bukan termasuk kategori stunting berat, melainkan disebabkan oleh ketidaktepatan alat ukur atau perbedaan timbangan.

“Kadang anak hanya kurang satu ons saja sudah dikategorikan stunting, padahal sebenarnya tidak. Mungkin timbangan yang digunakan kurang akurat,” tuturnya.
Ketua TP-PKK berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat pemahaman dan tindakan nyata kader PKK dalam menangani berbagai persoalan sosial dan kesehatan di masyarakat.
> “Harapan saya, kita bersama-sama satu tujuan, sesuai misi Bapak Bupati dan Bapak Wakil, untuk mensejahterakan masyarakat dari tingkat bawah hingga atas,” pungkasnya.
Kegiatan Temu Kader PKK Raja Ampat Tahun 2025 ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi dan pembelajaran bersama bagi seluruh kader PKK, guna mewujudkan keluarga yang sehat, cerdas, dan mandiri di seluruh wilayah Kabupaten Raja Ampat.
Writer: Dony Kumuai II Editor: Petrus Rabu












