“Pemuda adalah tulang punggung pemerintah. Kritik boleh, kami tidak anti kritik, tapi kritik harus disertai solusi.”
Waisai, Raja Ampat News – Pembukaan Rapimda dan Musda II KNPI Raja Ampat, Senin (8/12/2025), berlangsung hangat namun penuh pesan tegas dari Bupati Raja Ampat, Orideko I. Burdam.
Sebelum membacakan sambutan resmi, Bupati menyampaikan sejumlah arahan menohok yang menantang seluruh pemuda agar tidak hanya aktif dalam wacana, tetapi hadir dengan kerja nyata bagi pembangunan daerah.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa dirinya adalah bagian dari generasi muda Raja Ampat, sehingga memiliki komitmen kuat untuk melihat KNPI kembali bangkit sebagai wadah pemersatu seluruh organisasi kepemudaan.
“Saya ingin pemuda Raja Ampat hidup. Karena itu saya minta KNPI bangkitkan lagi dan rangkul seluruh kaum muda,” tegasnya sambil mengharpakan KNPI harus melahirkan pemimpin yang mampu merangkul semua organisasi kepemudaan.
Bupati Orideko menautkan arahannya dengan visi pembangunan daerah: “Raja Ampat Bangkit, Produktif Menuju Kesejahteraan”. Ia menekankan bahwa visi tersebut tidak boleh berhenti sebagai slogan, tetapi harus diwujudkan melalui kerja yang konsisten.
“Ayo bangkit, ayo kerja. Hanya dengan kerja kita bisa makan,” ujarnya.
“Pemuda adalah tulang punggung pemerintah. Kritik boleh, kami tidak anti kritik, tapi kritik harus disertai solusi.”

Ia menegaskan bahwa pemerintah membuka ruang bagi ide, rekomendasi, dan nalar kritis pemuda, selama disampaikan dengan perspektif membangun.
Selain itu, Bupati memberikan perhatian khusus pada pembangunan kampung. Ia menilai peran pemuda sangat strategis dalam membantu masyarakat mengembangkan potensi kampung melalui penguatan ekonomi lokal.
“Kampung-kampung kita punya banyak potensi. Saya harap pemuda bantu masyarakat bangun kampung,” katanya.
“Ada koperasi merah putih, ada BUMDes. Bantu masyarakat kembangkan itu untuk ciptakan peluang kerja,” tambahnya.
Menurutnya, kemampuan dan kehebatan anak muda Raja Ampat harus terlihat dalam kontribusi nyata di tingkat kampung dan distrik. Ia berharap KNPI menjadi motor penggerak bagi tumbuhnya koperasi dan BUMDes yang sehat serta berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Anak-anak muda kita hebat-hebat. Tapi bagaimana kehebatan itu bisa memberi manfaat bagi kampung? Kalau kampung maju dan berkembang, itu baru pemuda hebat,” tutupnya.
Dengan pesan-pesan tersebut, Bupati Orideko berharap Musda II KNPI tidak sekadar menjadi forum formalitas, melainkan momentum kebangkitan gerakan kepemudaan di Raja Ampat. Ia mengajak seluruh pemuda untuk meneguhkan komitmen, bersatu, dan bekerja nyata demi kemajuan kampung hingga kota, serta memastikan energi muda benar-benar menjadi kekuatan pembangunan daerah.
Musda ini pun menjadi ruang penting bagi KNPI untuk menegaskan kembali perannya sebagai rumah besar pemuda dan mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Raja Ampat yang bangkit, produktif, dan sejahtera.
Pembukaan Rapimda dan Musda KNPI Raja Ampat dihadiri berbagai unsur penting—seperti, Ketua Caretaker KNPI Provinsi Papua Barat Daya, Ketua Caretaker KNPI Kabupaten Raja Ampat, Forkopimda, para kader KNPI, hingga perwakilan organisasi kepemudaan se-Raja Ampat—kejadiran unser-unsur penting menunjukkan bahwa RAPIMDA dan MUSDA II ini bukan sekadar agenda internal, tetapi forum strategis yang menjadi perhatian penuh pemerintah daerah dan seluruh elemen kepemudaan.
Momentum ini menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat peran KNPI sebagai laboratorium kepemimpinan, merawat.
Writer: Petrus Rabu












