Peringati Hari Bakti ke-80, PUPR Raja Ampat Gaungkan Semangat Pengabdian dan Keadilan Infrastruktur

Ket: Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Raja Ampat, Dr. Maurits Rumfaker/Foto: Petrus Rabu/RajaAmpatNews
Ket: Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Raja Ampat, Dr. Maurits Rumfaker/Foto: Petrus Rabu/RajaAmpatNews

Waisai, RajaAmpatNews — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Raja Ampat memperingati Hari Bakti ke-80 Pekerjaan Umum tahun 2025 dengan suasana penuh kebersamaan, Rabu (3/12/2025). Perayaan yang dilakukan secara internal itu diisi dengan berbagai kegiatan sederhana, termasuk pertandingan gaplek antarpegawai sebagai simbol mempererat solidaritas di lingkungan dinas.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Raja Ampat, Dr. Maurits Rumfaker, dalam wawancara di ruang kerjanya menjelaskan bahwa Hari Bakti PU merupakan momen untuk mengenang perjalanan panjang pengabdian para insan PU sejak masa awal berdirinya kementerian.

Tema nasional tahun ini, “Infrastruktur Berkeadilan, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju,” menurutnya menjadi pengingat bahwa setiap pembangunan infrastruktur, baik jembatan, jalan, maupun bendungan, adalah wujud komitmen negara membuka akses, menciptakan kesempatan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa terkecuali.

Rumfaker menegaskan bahwa peringatan ini juga menjadi refleksi bagi seluruh jajaran PU Raja Ampat agar bekerja dengan integritas, keberanian, dan ketulusan. Ia menekankan bahwa setiap program dan langkah pembangunan harus membawa manfaat bagi masyarakat luas.

“Kita harus memastikan apa pun yang kita kerjakan benar-benar untuk kepentingan orang banyak. Itu bentuk pengabdian kita untuk Raja Ampat,” ujarnya.

Terkait keadilan infrastruktur di Raja Ampat, Rumfaker mengakui masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Wilayah Raja Ampat yang sangat luas serta keterbatasan anggaran membuat pembangunan tidak selalu bisa dilakukan secara merata. Karena itu, strategi yang ditempuh saat ini adalah memaksimalkan sumber daya yang ada dengan memprioritaskan kebutuhan paling mendesak.

“Kalau berbicara adil, tentu harus adil. Tapi dengan kondisi wilayah dan keterbatasan anggaran, kita belum bisa menjangkau semuanya sekaligus. Yang penting prioritas harus kita sentuh dahulu,” katanya.

Ia kemudian mengajak semua pihak, baik masyarakat, pelaku usaha maupun lembaga lain, untuk turut mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas. Menurutnya, PU tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi seluruh elemen sangat diperlukan untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan.

“Mari bersama-sama membangun infrastruktur yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Kita jadikan Waisai sebagai kota yang layak dan gerbang wisata Raja Ampat,” tutup Rumfaker.

Writer: Petrus Rabu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *