Waisai, RajaAmpatNews – Pemerintah Pusat kembali menunjukkan komitmennya terhadap penguatan lembaga adat di Papua melalui penyerahan kendaraan operasional kepada Wakil Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Raja Ampat, Derek Wanma, yang juga menjabat sebagai Ketua Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Terumbu Karang Mandiri,Selasa,(9/12/2025).
Penyerahan kendaraan jenis Honda Scoopy tersebut berlangsung di Waisai dan menjadi salah satu bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap aktivitas pendampingan serta pelayanan masyarakat adat di wilayah kepulauan itu.
Langkah ini mendapat perhatian luas karena peran tokoh adat dinilai semakin sentral dalam menjaga keharmonisan sosial, meningkatkan koordinasi masyarakat, serta mendorong kegiatan ekonomi berbasis komunitas. Dalam konteks Raja Ampat yang merupakan daerah kepulauan dengan dinamika sosial-budaya yang kompleks, kehadiran pimpinan adat menjadi jembatan penting dalam menjaga kestabilan serta memperkuat hubungan antara masyarakat dan pemerintah.
Pemerintah Pusat melalui program afirmasi penguatan kelembagaan adat menegaskan bahwa pemberian kendaraan operasional ini bukan sekadar bantuan material, melainkan bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik berbasis budaya. Mobilitas yang lebih baik diharapkan mampu mendukung Derek Wanma dalam menjalankan tugas, mulai dari pemetaan kebutuhan masyarakat adat, penyelesaian konflik sosial berbasis adat, hingga koordinasi kegiatan ekonomi di tingkat kampung dan distrik.
Selama ini, Derek Wanma dikenal aktif dalam berbagai aktivitas sosial, termasuk pendampingan masyarakat pesisir, fasilitasi kegiatan adat, serta penguatan kapasitas kelompok kerja bongkar muat di pelabuhan lokal. Dedikasinya dalam memelihara relasi antarwilayah dan berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi alasan pemerintah menilai perlu adanya fasilitas pendukung guna menunjang kinerjanya.
Pemerintah juga menegaskan bahwa penguatan peran lembaga adat sejalan dengan kebijakan nasional yang mengedepankan harmoni sosial dan pemberdayaan masyarakat adat, terutama di wilayah prioritas pembangunan seperti Papua Barat Daya. Bantuan kendaraan operasional ini diharapkan mampu meningkatkan responsivitas lembaga adat terhadap berbagai kebutuhan masyarakat, khususnya dalam pelayanan yang membutuhkan kehadiran cepat di lapangan.
Selain itu, dukungan ini mempertegas posisi negara yang terus hadir dalam menjaga martabat dan keberlanjutan nilai-nilai adat. Pemerintah mendorong lembaga adat untuk semakin berperan aktif sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah, utamanya di sektor sosial, budaya, dan ekonomi yang berakar pada kearifan lokal.
Dengan adanya fasilitas baru ini, aktivitas kelembagaan adat di Raja Ampat diharapkan semakin efisien dan bertujuan langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah optimistis bahwa sinergi antara tokoh adat, pemerintah daerah, dan masyarakat akan menjadi fondasi kuat bagi pembangunan berkelanjutan di wilayah kepulauan yang menjadi salah satu destinasi wisata bahari terpopuler dunia tersebut.
Penyerahan kendaraan operasional kepada Derek Wanma menjadi contoh nyata bagaimana Pemerintah Pusat terus memperkuat ekosistem adat sebagai bagian dari strategi nasional pembangunan inklusif. Harapannya, dukungan serupa dapat berlanjut di wilayah lain sehingga peran adat sebagai penjaga nilai budaya dan harmonisasi sosial tetap terpelihara di tengah dinamika perkembangan zaman.
Writer: Dony Kumuai II Editor: Petrus Rabu












