Waisai, Raja Ampat News – Pemerintah Pusat kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem ekonomi adat di wilayah timur Indonesia melalui penyerahan bantuan perangkat teknologi kepada Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) Kabupaten Raja Ampat. Bantuan berupa laptop, printer, dan infocus ini diserahkan kepada Ketua KAPP Raja Ampat, Yakobus Umpes, dalam sebuah seremoni sederhana namun penuh makna di Waisai, Minggu (7/12/2025).
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program nasional penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat adat, yang bertujuan mendorong kemandirian, meningkatkan daya saing, serta mempercepat transformasi digital pelaku usaha asli Papua. Langkah ini juga menjadi wujud dukungan konkret pemerintah terhadap keberlanjutan UMKM berbasis adat di wilayah kepulauan.
Dalam sambutannya, perwakilan pemerintah menegaskan bahwa KAPP memiliki peran penting sebagai wadah resmi pengusaha adat Papua untuk mengorganisasi, membina, serta mengembangkan potensi ekonomi masyarakat setempat.
“Raja Ampat bukan hanya destinasi wisata kelas dunia. Daerah ini memiliki potensi ekonomi adat yang besar di sektor perikanan, pariwisata berbasis komunitas, kerajinan lokal, hingga produk pangan khas. KAPP adalah garda terdepan untuk memastikan masyarakat adat menjadi pelaku utama dalam pembangunan ekonomi di wilayahnya,” ujar salah satu pejabat yang hadir.
Bantuan teknologi tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola organisasi KAPP, khususnya dalam administrasi, pengelolaan data anggota, penyusunan program kerja, hingga promosi digital produk-produk unggulan masyarakat adat. Sementara perangkat infocus akan digunakan untuk pelatihan kewirausahaan, bimbingan teknis, dan pendampingan usaha bagi para pengusaha lokal.
Ketua KAPP Raja Ampat, Yakobus Umpes, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian pemerintah terhadap pengembangan ekonomi adat di Raja Ampat.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Selama ini kami masih terbatas dalam pengelolaan administrasi dan dokumentasi kegiatan usaha anggota. Dengan adanya laptop, printer, dan infocus, kami bisa bekerja lebih tertata, lebih profesional, dan lebih siap berkolaborasi,” ungkapnya.
Ia menegaskan komitmen KAPP untuk memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal, termasuk membangun sistem pendataan pengusaha adat, memetakan potensi ekonomi kampung-kampung, serta mengembangkan program pelatihan berbasis teknologi dan inovasi.
Bantuan ini sejalan dengan visi pembangunan Provinsi Papua Barat Daya yang menekankan pemberdayaan masyarakat asli Papua di sektor ekonomi, pendidikan, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Pemerintah daerah menyambut baik sinergi antara KAPP, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah sebagai langkah konkret mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Raja Ampat.
Para tokoh adat dan masyarakat yang hadir pada kegiatan tersebut juga menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan peran KAPP, dengan harapan organisasi ini dapat menjadi rumah bersama bagi pengusaha asli Papua untuk tumbuh dan bersaing di tingkat lokal maupun nasional.
Dengan dukungan fasilitas teknologi yang lebih memadai, KAPP Raja Ampat diharapkan mampu menjadi pusat layanan kewirausahaan adat yang modern, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi model pengembangan ekonomi adat di wilayah Papua lainnya.
Program ini menunjukkan bahwa pembangunan nasional tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kapasitas manusia dan penguatan kelembagaan adat sebagai pilar ekonomi masa depan Indonesia.
Writer: Dony Kumuai II Editor: Petrus Rabu












