Pawai Takbiran Idul Fitri Tahun Ini Digelar Keliling Kota Waisai, Ini Rute dan Aturannya

Waisai, RajaAmpatNews – Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, masyarakat di Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat, akan menyambut Hari Raya Idulfitri dengan pawai takbiran keliling kota menggunakan kendaraan.

Keputusan pelaksanaan takbiran keliling tersebut merupakan hasil rapat koordinasi yang melibatkan Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Raja Ampat, Wakapolres Raja Ampat, Dandim 1805/Raja Ampat, Kasat Lantas Polres Raja Ampat, Danpos AL Raja Ampat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Raja Ampat, serta Pemerintah Kabupaten Raja Ampat. Rapat tersebut berlangsung di Aula Babussalam Masjid Agung Waisai, Kamis (12/3/2026).

Ketua PHBI Raja Ampat, Sawaluddin Taesa, menjelaskan bahwa pawai takbiran tahun ini tetap digelar secara meriah, namun menggunakan kendaraan guna menjaga ketertiban sekaligus memudahkan pengaturan arus peserta selama kegiatan berlangsung.

“Pawai takbiran tetap dilaksanakan dengan semarak, namun seluruh peserta diimbau mengikuti ketentuan yang telah disepakati bersama demi keamanan dan kelancaran kegiatan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, pawai akan dimulai dari Halaman Masjid Agung Waisai yang juga dikenal sebagai Kampung Ramadan. Dari titik tersebut, peserta akan melintasi Kantor Distrik Waisai, Apotek Nadia, Pos Lantas, menuju Perumahan 100, kemudian melewati PLN, Tahura, RSUD, Pasar Baru, dan Tugu Perahu. Selanjutnya rombongan kembali menuju Tahura, melintas di Pos Lantas, belok kiri menuju Imelda, dan berakhir kembali di Halaman Masjid Agung Waisai.

Pawai takbiran terbuka bagi seluruh unsur masyarakat, mulai dari masjid, majelis taklim, organisasi Islam, paguyuban, hingga masyarakat umum. Setiap kelompok peserta dibatasi maksimal 20 orang dan diperkenankan menggunakan kendaraan sebagai sarana pendukung kegiatan dengan tetap mengikuti rute yang telah ditetapkan.

Sepanjang rute pawai, peserta akan mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil sebagai bentuk syiar Islam dalam menyambut Hari Raya Idulfitri. Untuk menambah semarak suasana, peserta juga diperbolehkan menampilkan bedug, rebana, maupun alat musik bernuansa Islami lainnya.

Panitia turut mengimbau peserta mengenakan busana muslim dan muslimah yang sopan serta bernuansa Islami. Seluruh peserta juga diwajibkan mematuhi arahan panitia dan petugas keamanan, menjaga ketertiban, serta memperhatikan keselamatan selama kegiatan berlangsung.

Dalam ketentuan yang telah ditetapkan, peserta dilarang membawa petasan, kembang api, maupun benda berbahaya lainnya yang dapat mengganggu keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Bagi peserta yang mengikuti pawai menggunakan kendaraan, panitia mewajibkan kendaraan dalam kondisi layak jalan serta tidak menggunakan knalpot bising atau knalpot tidak standar.

Panitia juga menegaskan bahwa selama kegiatan berlangsung peserta hanya diperkenankan membawa Bendera Merah Putih dan tidak diperbolehkan membawa simbol atau bendera lain.

Melalui kegiatan ini, PHBI Raja Ampat berharap pawai takbiran dapat menjadi sarana syiar Islam sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idulfitri dengan suasana yang aman, tertib, dan penuh khidmat.

Writer: Aditya Nugroho II Editor: Petrus Rabu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *