Meneladani Yusuf, FK PKB–PGI Rayakan Natal 2025 dan Awal Tahun 2026 di Raja Ampat

banner 120x600

Waisai, RajaAmpatNews— Semangat meneladani figur Yusuf sebagai bapak yang setia, taat, dan bertanggung jawab menjadi pesan utama dalam Ibadah Natal 2025 dan Syukuran Awal Tahun 2026 yang diselenggarakan Forum Komunikasi Pria Kaum Bapak Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (FK PKB–PGI), di Gedung Gereja Jemaat Alfa Omega Waisai, Klasis Raja Ampat, Papua Barat Daya, Sabtu (17/1/2026).

Ibadah Natal yang berlangsung khidmat dan penuh puji-pujian ini mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24) dengan subtema “Meneladani Yusuf dan Menjadi Bapak yang Setia”. Firman Tuhan disampaikan oleh Wakil Ketua Badan Pekerja Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Hizkia Rollo, S.Th, MM

Dalam khotbahnya, Pdt. Hizkia Rollo menegaskan bahwa kehadiran Allah membawa pemulihan, damai sejahtera, dan harapan baru bagi keluarga. Ia mengingatkan bahwa ketika manusia menjauh dari Tuhan, penderitaan akan datang bertubi-tubi, namun saat bertobat dan kembali kepada-Nya, damai sejahtera Tuhan akan mengalir tanpa henti.

Figur Yusuf, lanjutnya, merupakan teladan nyata bagi kaum bapak Kristen. Di tengah tekanan, gosip, dan pergumulan berat, Yusuf tetap taat pada kehendak Tuhan, setia mendampingi Maria, serta bertanggung jawab hingga Sang Raja Damai, Yesus Kristus, lahir ke dunia.

“Yusuf tidak lari dari tanggung jawab. Ia memilih taat, menjaga keluarganya, dan menerima keputusan Tuhan dengan iman. Inilah sosok bapak yang diberkati Tuhan dan patut diteladani oleh kaum bapak masa kini,” tegas Pdt. Hizkia.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif kaum bapak dalam kehidupan keluarga dan persekutuan gereja. Mengacu pada Mazmur 133 dan Mazmur 128, Pdt. Hizkia menyampaikan bahwa berkat Tuhan mengalir melalui kepala keluarga yang hidup takut akan Tuhan, sehingga ketidakhadiran bapak dalam ibadah dan persekutuan dapat berdampak pada kehidupan rohani keluarga.

Ibadah Natal dan Syukuran Tahjn 2026 tersebut dihadiri langsung Ketua Umum FK PKB PGI Prof. Dr. Olly Dondokambey, S.E., tokoh nasional asal Sulawesi Utara yang juga pernah menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Utara selama dua periode, bersama jajaran pimpinan FK PKB PGI dan unsur GMIM, di antaranya Ketua II Edward Sitorus, Sekretaris Umum Michael Roring, Bendahara Umum Matindas Rumambi, Ketua Sinode GMIM Steven Kandouw, serta Ketua PKB GMIM Maurits Mantiri.

Usai ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum FK PKB–PGI, Prof. Dr. Olly Dondokambey, SE. Ia menegaskan bahwa perayaan Natal tidak berhenti pada seremoni, tetapi harus menjadi momentum perubahan hidup dan pembaruan komitmen kaum bapak dalam keluarga, gereja, dan masyarakat.

KET: Ketua Umum FK PKB–PGI periode, Prof. Dr. Olly Dondokambey, SE/Foto:Petrus Rabu

Olly juga memaparkan sejumlah program pembinaan PKB, termasuk gerakan Pria Bangkit dan pelatihan bagi kaum bapak di jemaat-jemaat anggota PGI. Program tersebut dinilai membawa dampak positif, mulai dari perubahan perilaku hingga meningkatnya kesadaran hidup sehat dan bertanggung jawab.

Dalam kesempatan yang sama, Olly Dondokambey menyampaikan rencana pelaksanaan Kongres Nasional (KONAS) PKB yang dijadwalkan berlangsung di Raja Ampat pada September 2026, dengan kehadiran sekitar 70 sinode dari seluruh Indonesia. Agenda nasional ini diharapkan tidak hanya memperkuat persekutuan kaum bapak, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan promosi pariwisata bagi Kabupaten Raja Ampat.

Sementara itu, Ketua Klasis GKI Raja Ampat, Pdt. Rafles Yansen Mambrasar, S.Th, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Klasis GKI Raja Ampat sebagai tuan rumah Ibadah Natal PKB–PGI. Ia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal yang baik dalam menyongsong agenda-agenda nasional PKB serta memperkuat pelayanan gereja di Tanah Papua.

Selain dihadiri pengurus FK PKB pusat, ibadah Natal dan syukuran tahun baru tersebut juga dihadiri pengurus Kaum Bapak GKI di tanah Papua, Klasisi Raja Ampat serta PKB jemaat Kotawi di Klaisis Raja Ampat. Juga perwakilan pemerintah daerah dan sejumlah tokoh agama di Kota Waisai Raja Ampat.

Ibadah Natal dan Syukuran Awal Tahun 2026 ini diharapkan semakin meneguhkan komitmen kaum bapak untuk meneladani Yusuf—menjadi bapak yang setia, bertanggung jawab, dan menjadi saluran berkat bagi keluarga, gereja, dan masyarakat.

Writer: Petrus Rabu