Waisai, RajaAmpatNews- Suasana damai Desa Kampung Kalitoko, Distrik Teluk Mayalibit, pada Sabtu sore, (29/11/2025) berubah menjadi momen penuh kebersamaan ketika Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Ambel Waigeo menggelar kegiatan sosialisasi bertema “Penguatan Peran Adat dalam Menjaga Kamtibmas dan Mendukung Program Pemerintah.”
Kegiatan yang dipimpin langsung Ketua LMA Ambel Waigeo, Mikha Siam, ini diikuti sekitar 30 warga yang terdiri dari tokoh adat, pemuda, perempuan, hingga unsur pemerintah kampung. Meski sederhana, suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.
Dalam sambutannya, Mikha Siam menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan wilayah, terutama menghadapi dinamika sosial yang kerap dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk memprovokasi masyarakat.
“Distrik Teluk Mayalibit adalah rumah besar kita. Harmoni adat menjadi benteng utama untuk menjaga keamanan. Jangan biarkan isu-isu dari luar memecah persatuan kita,” ujarnya dalam sesi penyampaian materi.
Ia juga mengajak warga untuk memahami berbagai program pemerintah pusat yang saat ini berjalan, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga pemberdayaan masyarakat adat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada situasi keamanan yang tetap kondusif.

Tak hanya penyampaian materi, kegiatan juga diselingi dialog terbuka antara masyarakat dan tokoh adat. Banyak peserta mengungkapkan pentingnya kolaborasi antara adat, pemerintah kampung, dan masyarakat dalam mencegah berkembangnya aktivitas kelompok separatis yang mencoba memanfaatkan momentum tertentu untuk menyebarkan pengaruh.
“Kami sepakat menjaga kampung tetap aman. Teluk Mayalibit harus tetap menjadi wilayah hijau dari gangguan pihak luar,” ujar salah satu tokoh masyarakat saat sesi testimoni.
Momentum tersebut kemudian ditutup dengan pernyataan sikap bersama: mendukung program pemerintah, menjaga keamanan lingkungan, dan menolak keberadaan kelompok separatis yang dapat mengganggu stabilitas wilayah.
Meski kegiatan berlangsung singkat, masyarakat menilai acara ini membawa pesan kuat bahwa adat masih memegang peran penting sebagai perekat sosial di tengah perkembangan zaman.
Writer: Dony Kumuai II Editor : Petrus Rabu












