Waisai, RajaAmpatNews – Momentum Idul Fitri 1447 Hijriah di Waisai, Sabtu (21/3/2026), dimanfaatkan Hasan Makasar, S.Pd., untuk menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya membangun jembatan kasih sayang antar sesama manusia serta menjaga kelestarian alam Raja Ampat, di hadapan ribuan jamaah yang mengikuti Sholat Id dengan khidmat.
Gema takbir, tahmid, dan tahlil mengiringi jalannya ibadah yang berlangsung penuh syukur. Dalam khutbahnya yang bertajuk “Idul Fitri: Jembatan Kasih Sayang Antar Sesama dan Semesta”, Hasan menegaskan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadhan, tetapi menjadi momentum kembali ke fitrah—yakni kondisi jiwa yang bersih dan terbebas dari hal-hal negatif.
Menjadi Pribadi yang Lebih Baik
Pada bagian awal khutbah, Hasan menggambarkan Ramadhan sebagai “madrasah spiritual” yang membentuk karakter umat menjadi lebih baik.
“Ramadhan mengubah kecenderungan berpikir negatif menjadi positif, sehat, dan produktif. Idul Fitri adalah titik awal untuk menjalani kehidupan yang lebih teratur, taat, dan penuh kasih sayang,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan jiwa (tazkiyatun nafs) sebagaimana termaktub dalam Surat Al-A’la ayat 14, bahwa keberuntungan sejati hanya diraih oleh mereka yang terus mensucikan diri, bahkan setelah Ramadhan berakhir.
Idul Fitri sebagai Jembatan Persaudaraan
Lebih lanjut, Hasan menyoroti realitas kehidupan modern yang kerap diwarnai perpecahan dan renggangnya hubungan sosial. Ia menekankan bahwa Idul Fitri harus dimaknai sebagai jembatan yang menyatukan kembali hubungan antar sesama.
“Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi dikelola menjadi rahmat. Idul Fitri adalah momentum untuk mempererat persaudaraan, baik dalam keluarga maupun kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.
Seruan Menjaga Alam Raja Ampat
Pesan yang menjadi perhatian dalam khutbah tersebut adalah ajakan menjaga kelestarian lingkungan. Hasan menegaskan bahwa tanggung jawab manusia tidak hanya terbatas pada hubungan sosial, tetapi juga terhadap alam semesta.
Ia secara khusus mengajak masyarakat menjaga keindahan Raja Ampat yang dikenal sebagai salah satu kawasan wisata bahari terbaik di dunia.
“Menjaga keseimbangan ekosistem, termasuk hal sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, adalah bagian dari tanggung jawab kita bersama. Keindahan Raja Ampat harus dijaga agar tetap lestari bagi generasi mendatang,” pesannya.
Doa untuk Pemimpin dan Generasi Mendatang
Pada khutbah kedua, Hasan memimpin doa yang menyentuh, memohon kekuatan bagi para pemimpin agar mampu menjalankan amanah dengan baik, serta menghadirkan kedamaian dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Ia juga mendoakan orang tua yang telah wafat agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta memohon perlindungan bagi generasi muda dari berbagai tantangan kehidupan.
Perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah ini diharapkan menjadi momentum perubahan, tidak hanya dalam kesalehan individu, tetapi juga dalam memperkuat kepedulian sosial dan komitmen menjaga kelestarian lingkungan di Raja Ampat.
Writer: Petrus Rabu












