Oleh: Petrus Rabu *
Keberhasilan penyelenggaraan AVC Beach Tour Raja Ampat Open 2026 yang kini memasuki partai final menjadi bukti nyata kesinambungan pembangunan pariwisata di Raja Ampat.
Apa yang dilakukan Bupati Orideko Iriano Burdam dan Wakil Bupati Mansyur Syahdan hari ini tidak berdiri sendiri, melainkan melanjutkan fondasi kuat yang telah dibangun sejak awal berdirinya kabupaten ini.
Istilah “Marinda” yang kerap disebut dalam konteks sejarah awal Raja Ampat sejatinya merupakan akronim dari dua figur penting, yakni Marcus Wanma dan Infah Arfan. Kepemimpinan keduanya menjadi tonggak awal yang membawa Raja Ampat dikenal dunia.
Pada masa itu, arah pembangunan difokuskan pada penguatan identitas Raja Ampat sebagai destinasi wisata berbasis konservasi. Melalui berbagai upaya promosi, kemitraan internasional, serta pendekatan ekowisata, Raja Ampat mulai menembus pasar global. Destinasi unggulan seperti Wayag, Piaynemo, dan Misool diperkenalkan ke dunia dan menjadi ikon yang hingga kini melekat kuat.
Fondasi tersebut tidak hanya membangun citra, tetapi juga menciptakan sistem pengelolaan pariwisata yang melibatkan masyarakat lokal. Konsep ini menjadikan Raja Ampat sebagai salah satu model pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia bahkan dunia.
Kini, dalam kurun waktu baru sekitar 1 tahun 3 bulan kepemimpinan, Orideko dan Mansyur menunjukkan langkah cepat dan progresif. Jika pada masa awal fokusnya adalah memperkenalkan Raja Ampat ke dunia, maka pada fase sekarang upaya tersebut ditingkatkan dengan menghadirkan dunia langsung ke Raja Ampat.
Penyelenggaraan AVC Beach Tour Raja Ampat Open 2026 menjadi tonggak penting. Sebagai event internasional pertama yang digelar di Raja Ampat, kehadiran sembilan negara Asia Pasifik dengan puluhan tim menunjukkan bahwa Raja Ampat tidak lagi hanya “dilihat”, tetapi sudah didatangi. Dunia kini benar-benar hadir, menyaksikan, dan merasakan langsung keindahan serta kesiapan daerah ini.
Lebih dari itu, olahraga voli pantai yang digelar di pesisir Waisai menjadi simbol kuat bahwa Raja Ampat telah dilirik dunia sebagai panggung global baru. Setiap pertandingan, setiap sorak penonton, hingga setiap tayangan yang tersebar ke berbagai negara adalah pesan bahwa Raja Ampat bukan lagi destinasi yang jauh dan eksklusif, tetapi terbuka, siap, dan layak menjadi tuan rumah dunia.
Dukungan dari berbagai pihak semakin memperkuat langkah ini. Paulus Waterpauw menilai event ini sebagai langkah strategis dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan olahraga voli pantai di tingkat Asia. Sementara itu, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menegaskan bahwa ini merupakan bukti kesiapan daerah tampil di panggung internasional.
Dampak positif pun mulai dirasakan. Pergerakan ekonomi masyarakat meningkat, sektor pariwisata kembali bergeliat, dan Raja Ampat kembali menjadi sorotan dunia. Ini menunjukkan bahwa kesinambungan visi dari masa ke masa berjalan dengan baik—dari membangun fondasi, hingga memperluas panggung global.
Pada akhirnya, keberhasilan ini bukan hanya milik pemerintah daerah, tetapi menjadi milik seluruh masyarakat Raja Ampat. Voli pantai yang hari ini digelar bukan sekadar pertandingan, tetapi tanda bahwa dunia sudah mulai melirik, bahkan telah hadir untuk Raja Ampat. Ini adalah momentum besar yang tidak boleh dilewatkan.
Karena itu, jika masyarakat Raja Ampat ingin maju dan sejajar dengan daerah-daerah lain di tingkat global, maka keterbukaan terhadap perubahan menjadi hal yang penting. Perubahan dalam cara berpikir, cara melayani wisatawan, menjaga lingkungan, hingga mendukung setiap program pembangunan harus menjadi bagian dari gerak bersama.
Dengan dukungan masyarakat yang kuat, semangat menjaga alam, serta kesiapan menerima perubahan, Raja Ampat tidak hanya akan dikenal karena keindahannya, tetapi juga karena kemajuan dan kesiapan masyarakatnya. Inilah saatnya seluruh elemen bersatu—menjaga, mendukung, dan melangkah bersama—agar Raja Ampat terus tumbuh sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang hidup, berkelanjutan, dan membanggakan Indonesia.
*Penulis adalah ASN Angkatan ke-2 Kabupaten Raja Ampat












