Kelompok Usaha Dunmagasa Kampung Wawiyai Kembangkan Produk Ikan Asin

WAISAI, RajaAmpatNews – Kelompok Usaha Dunmagasa di Kampung Wawiyai, Kabupaten Raja Ampat, terus bergerak memanfaatkan potensi sumber daya alam pesisir dengan mengembangkan produk ikan asin sebagai komoditas unggulan lokal. Kelompok yang beranggotakan sekitar 15 orang ibu-ibu kampung ini dipimpin oleh Amandus Marindal.

Amandus Marindal, menjelaskan bahwa pemilihan produk ikan asin dilakukan karena menyesuaikan dengan kondisi alam dan fasilitas yang tersedia di kampung. Minimnya akses listrik dan keterbatasan sarana penyimpanan menjadi pertimbangan utama masyarakat untuk mengolah hasil tangkapan mereka menjadi ikan asin yang lebih tahan lama.

“Kami tidak punya listrik dan lain-lain, sehingga kami memilih untuk buat ikan asin. Ikan asin bisa disimpan dalam jangka waktu yang lama,” ujarnya,Rabu,(19/11/2025).

Selain menjadi solusi penyimpanan, aktivitas ini juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat, khususnya ibu-ibu. Setiap kali mereka pergi memancing, hasil tangkapan dapat langsung diolah menjadi ikan asin sehingga memiliki nilai jual yang lebih baik.

“Masyarakat mendapat manfaat karena begitu ibu-ibu pergi mancing, setelah pulang mereka bisa buat ikan yang mereka dapat untuk ikan asin,” tambah Amandus.

Proses pembuatan ikan asin di Kampung Wawiyai dilakukan secara tradisional tanpa bahan pengawet kimia. Ikan hanya dibersihkan, diberi garam, kemudian dikeringkan menggunakan sinar matahari. Cara alami ini menjadi keunggulan sekaligus ciri khas produk mereka.

“Tidak ada bahan pengawet apa-apa, hanya garam dan kami keringkan dengan sinar matahari,” jelasnya.

Terkait legalitas produk, Kelompok Dunmagasa kini telah memiliki label resmi setelah mendapatkan pendampingan dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Raja Ampat. Sebelumnya, mereka hanya menggunakan label sederhana karena keterbatasan akses mengenai pengemasan dan perizinan.

“Pendampingan dari Dinas Koperasi sangat membantu. Dengan adanya pelatihan, kami sudah bisa dapat label untuk produk ikan asin kami,” kata Amandus.

Untuk pemasaran, produk ikan asin Dunmagasa saat ini beredar di wilayah Waisai dan sebagian kecil telah masuk ke Sorong. Meski belum dikenal luas, kelompok ini optimis dapat meningkatkannya dengan dukungan pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi dan UKM Raja Ampat.

“Harapan kami ke depan, mudah-mudahan pemerintah terus dampingi kami sehingga produk yang kami hasilkan dari kampung bisa lebih dikenal luas,” tutupnya.

Kelompok Dunmagasa menjadi contoh bagaimana masyarakat pesisir memanfaatkan potensi lokal untuk meningkatkan ekonomi keluarga, sekaligus mempertahankan kearifan tradisional dalam pengolahan pangan. Dengan dukungan berkelanjutan, produk ikan asin Wawiyai diharapkan dapat menjadi salah satu ikon usaha mikro dari Raja Ampat.

Writer: Doni Kumuai II Editor: Petrus Rabu