Inovasi MACE TAMBUR Jadi Langkah Nyata Raja Ampat Cegah Stunting dan Gizi Kurang

Dari Mama untuk Generasi Sehat Raja Ampat

Waisai, RajaAmpatNews— Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melalui Dinas Kesehatan meluncurkan inovasi MACE TAMBUR (Masyarakat Cerdas Tata Laksana Balita Underweight Berhasil) sebagai langkah konkret menurunkan angka balita gizi kurang dan mencegah stunting di wilayah kepulauan Raja Ampat.

Inovasi ini digagas oleh Atmelia Welly Wondiwoi, SKM, peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan II Tahun 2025 PPSDM Regional Makassar, dan kini diimplementasikan sebagai aksi perubahan di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Raja Ampat.

Masalah Gizi Masih Jadi Tantangan Serius

Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 menunjukkan bahwa angka prevalensi balita underweight di Kabupaten Raja Ampat mencapai 33,7 persen, jauh di atas target nasional sebesar 12 persen. Sementara itu, di Kampung Warsambin, Distrik Teluk Mayalibit, prevalensi underweight tercatat mencapai 30,7 persen. Angka ini menandakan adanya kebutuhan mendesak untuk memperbaiki pola asuh, asupan gizi, dan perilaku hidup sehat di masyarakat.

“Tantangan gizi di Raja Ampat bukan hanya soal makanan, tapi juga pemahaman, pola asuh, dan kebiasaan keluarga. Karena itu, perlu ada perubahan dari dalam masyarakat sendiri,” ujar Atmelia Welly Wondiwoi, penggagas inovasi MACE TAMBUR kepada RajaAmpatNews di Kota Waisai, Senin (10/11/2025).

Gerakan dari Masyarakat, untuk Masyarakat

Dari kesadaran tersebut lahirlah MACE TAMBUR, sebuah inovasi berbasis komunitas yang mengajak masyarakat—khususnya para ibu—untuk berperan aktif dalam tata laksana penanganan balita underweight.

Komunitas ini dibentuk di Kampung Warsambin dengan melibatkan ibu-ibu PKK dan Persekutuan Wanita Kristen (PWK). Mereka mendapat pelatihan langsung dari tenaga kesehatan dan kader posyandu tentang pentingnya gizi seimbang, pola asuh anak, serta cara menyiapkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pangan Lokal yang bergizi.

Nama MACE TAMBUR sendiri mengandung makna filosofis:

  • Mace berarti “Mama” atau “Ibu” dalam bahasa Papua — simbol kasih dan kepedulian,
  • Tambur adalah alat musik tradisional Raja Ampat yang melambangkan persatuan dan harmoni.

Melalui semangat gotong royong, komunitas MACE TAMBUR melakukan pendampingan langsung kepada keluarga dengan anak underweight, memantau pertumbuhan mereka, serta mengedukasi orang tua tentang pola makan sehat.

“Atas kerja sama semua pihak, kini para ibu tidak lagi hanya datang ke posyandu untuk menimbang anak, tetapi juga belajar, berdiskusi, dan saling mendukung agar anak-anak mereka tumbuh sehat,” ungkap Atmelia.

Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha

Inovasi MACE TAMBUR tidak berdiri sendiri. Program ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, baik internal pemerintah maupun eksternal (CSR dan masyarakat).

Dari sisi internal, dukungan datang dari Dinas Kesehatan Raja Ampat, Puskesmas Warsambin, dan seluruh tenaga kesehatan yang menjadi motor penggerak program.
Sementara dari sisi eksternal, dukungan mengalir dari Bupati Raja Ampat, Bappeda, Dinas Kominfo, serta dua mitra utama sektor swasta yaitu Bank Papua melalui Persatuan Isteri Bank Papua (Perisba) dan PT Gag Nikel.

Kedua mitra ini berperan penting dalam menyediakan bahan pangan dan bantuan dana bagi kegiatan PMT Pangan Lokal selama 28 hari, yang menjadi bagian inti dari intervensi gizi bagi balita underweight.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Raja Ampat, dr. Engelbert M.S. Wader, menyampaikan apresiasinya terhadap aksi perubahan ini.
“Inovasi seperti MACE TAMBUR membuktikan bahwa penanganan stunting dan gizi buruk tidak hanya bisa dilakukan dari atas ke bawah. Ketika masyarakat menjadi bagian dari solusi, maka perubahan itu akan lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Tiga Tahap Menuju Generasi Sehat Raja Ampat

Pelaksanaan MACE TAMBUR dirancang dalam tiga tahap yang berkesinambungan:

  1. Tahap Jangka Pendek: pembentukan komunitas MACE TAMBUR dan pelaksanaan PMT Pangan Lokal di Kampung Warsambin.
  2. Tahap Jangka Menengah: perluasan kegiatan edukasi gizi dan pembentukan komunitas serupa di seluruh kampung di Distrik Teluk Mayalibit.
  3. Tahap Jangka Panjang: penerapan sistem tata laksana balita underweight di seluruh distrik di Kabupaten Raja Ampat, guna menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak.

Melalui tahapan ini, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat berharap terbentuk ekosistem masyarakat yang peduli gizi dan mandiri dalam menjaga kesehatan balitanya.

Nada Perubahan dari Tanah Tambur

Program MACE TAMBUR bukan hanya tentang intervensi gizi, tetapi juga tentang perubahan pola pikir — dari pasif menjadi aktif, dari bergantung menjadi berdaya.

“Gerakan ini lahir dari masyarakat dan untuk masyarakat. Dengan cinta dan kepedulian para mama di Warsambin, kita sedang menabuh tambur perubahan — demi generasi Raja Ampat yang sehat, kuat, dan cerdas,” tutup Atmelia penuh semangat.

Writer: Petrus Rabu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *