Iman yang Hidup Melahirkan Kepedulian: Pesan Pdt. Genos Burdam di Ibadah Minggu GKI Bukit Zaitun Moko

banner 120x600

Waisai, RajaAmpatNews “Iman yang hidup harus nyata dalam kepedulian terhadap sesama, lingkungan, serta kesetiaan menjaga hubungan dengan Allah”. 

Pesan inilah yang ditekankan Pdt. Genos Burdam, S.Th., M.Th., Anggota Badan Pekerja Sinode Wilayah XI Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua, saat memimpin Ibadah Minggu di Jemaat GKI Bukit Zaitun Moko, Klasis Raja Ampat, Minggu (18/1/2026).

Ibadah yang berlangsung khidmat dan penuh puji-pujian itu dihadiri seluruh jemaat. Momentum ibadah semakin bermakna karena dirangkaikan dengan pelantikan Panitia Pelaksana Konsultasi Nasional XIX Forum Komunikasi Pria Kaum Bapak Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (FK PKB PGI) Tahun 2026, yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Raja Ampat pada September 2026 mendatang.

Dalam khotbahnya, Pdt. Genos mengungkapkan bahwa beberapa hari terakhir Klasis Raja Ampat menerima berkat yang luar biasa, antara lain melalui perayaan Natal bersama dan Syukuran Tahun Baru 2026 FK PKB PGI di Jemaat Alfa Omega Waisai. Menurutnya, kehadiran Pengurus Pusat FK PKB PGI di Raja Ampat merupakan wujud nyata kepedulian gereja terhadap umat dan lingkungan.

“Kepedulian secara Alkitabiah adalah buah dari iman yang hidup. Iman yang hidup tidak berhenti pada pengakuan, tetapi tampak dalam sikap dan tindakan,” tegasnya.

Mengacu pada kisah Abraham dalam Kitab Kejadian pasal 14, Pdt. Genos menjelaskan tiga wujud kepedulian orang percaya. Pertama, kepedulian yang menggerakkan tindakan nyata, sebagaimana Abraham yang berani mengambil risiko besar demi menyelamatkan Lot. Kepedulian sejati, katanya, menuntut keberanian untuk terlibat ketika melihat penderitaan sesama, bukan bersikap apatis.

Kedua, kepedulian Melkisedek sebagai imam Allah yang memberkati Abraham dan menegaskan bahwa kemenangan yang diraih semata-mata karena campur tangan Tuhan. Dari peristiwa ini, umat diajak memahami bahwa kepedulian Kristen juga terwujud melalui doa, penguatan iman, serta kehadiran yang membawa damai dan berkat bagi orang lain.

Ketiga, kepedulian Abraham dalam menjaga hubungan dengan Allah dan memuliakan-Nya. Abraham memilih integritas dengan menolak keuntungan yang tidak benar dan tetap setia menerima berkat dari Tuhan. “Umat Tuhan sering dihadapkan pada pilihan antara keuntungan dan kebenaran. Kepedulian kepada Allah menuntut kejujuran, sekalipun terasa berat,” ujarnya.

Pdt. Genos menegaskan, ke depan Raja Ampat akan menerima tanggung jawab besar sebagai tuan rumah agenda nasional FK PKB PGI. Karena itu, firman Tuhan yang disampaikan diharapkan mendorong umat untuk semakin peduli terhadap sesama dan lingkungan, sehingga semakin banyak orang merasakan kasih dan kemurahan Tuhan.

Ibadah Minggu tersebut turut dihadiri Bupati Raja Ampat Orideko I. Burdam, Wakil Ketua Badan Pekerja Sinode GKI di Tanah Papua Pdt. Hizkia Rollo, S.Th., M.Th., serta jajaran pimpinan Forum Komunikasi Pria Kaum Bapak Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (FK PKB PGI), yakni Ketua Umum Olly Dondokambey, Ketua II Edward Sitorus, Sekretaris Umum Michael Roring, Bendahara Umum Matindas Rumambi, Ketua Sinode GMIM Steven Kandouw, dan Ketua PKB GMIM Maurits Mantiri, bersama jajaran pengurus FK PKB PGI lainnya. Ibadah tersebut juga diikuti seluruh warga Jemaat GKI Bukit Zaitun Moko dengan penuh khidmat.

Di tengah kesiapan Raja Ampat menyongsong agenda nasional FK PKB PGI 2026, pesan kepedulian yang disampaikan menjadi landasan rohani yang penting. Iman yang hidup diharapkan menumbuhkan kepedulian bersama—terhadap sesama, gereja, dan lingkungan—sehingga Raja Ampat tidak hanya menjadi tuan rumah kegiatan nasional, tetapi juga saksi kasih dan kemurahan Tuhan bagi Indonesia.

Writer: Petrus Rabu