WAISAI, RajaAmpatNews – Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin eceran di Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, mengalami lonjakan signifikan.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, harga bensin yang dijual secara eceran oleh pedagang kecil mencapai Rp 20.000 hingga Rp25.000 per liter, jauh di atas harga resmi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ditetapkan sebesar Rp10.000 per liter. Rabu,(21/1/2026).
Kondisi tersebut dikeluhkan oleh masyarakat, khususnya pengguna kendaraan roda dua dan roda empat yang sehari-hari bergantung pada BBM untuk menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas. Selisih harga yang sangat tinggi dinilai memberatkan warga, terutama masyarakat berpenghasilan rendah.
Sejumlah warga Waisai mengaku terpaksa membeli bensin eceran dengan harga mahal karena keterbatasan akses dan jarak ke SPBU.
“Kalau ke SPBU antreannya panjang dan kadang stok habis, mau tidak mau kami beli bensin eceran meskipun harganya sangat mahal,” ujar salah seorang warga yang ditemui di pusat Kota Waisai.
Para pedagang bensin eceran berdalih kenaikan harga dipengaruhi oleh biaya transportasi, risiko distribusi, serta keterbatasan pasokan. Namun demikian, masyarakat menilai alasan tersebut tidak sebanding dengan selisih harga yang mencapai lebih dari dua kali lipat harga resmi.
Melambungnya harga BBM eceran ini turut berdampak pada naiknya biaya transportasi dan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Waisai. Kondisi tersebut berpotensi menekan daya beli masyarakat dan memperlambat perputaran ekonomi lokal.
Masyarakat pun mendesak Pemerintah Daerah melalui instansi terkait, baik Dinas Perindustrian dan Perdagangan,
maupun aparat penegak hukum, untuk segera melakukan pengawasan dan penertiban terhadap penjualan BBM eceran yang ada di kota Waisai.
Pemerintah diminta memastikan distribusi BBM berjalan lancar serta harga yang berlaku tidak merugikan masyarakat. Selain itu, warga berharap adanya solusi jangka panjang, seperti penambahan kuota BBM, optimalisasi distribusi ke wilayah kepulauan, serta pengawasan rutin di lapangan agar praktik penjualan BBM dengan harga tidak wajar dapat ditekan.
Pemerintah diharapkan hadir secara nyata dalam mengendalikan harga BBM di daerah, khususnya di wilayah terluar seperti Raja Ampat, demi menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi kepentingan masyarakat luas.
Writer: Dony Kumuai II Editor: Petrus Rabu












