Waisai, Raja Ampat News — Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melalui Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Distrik Kota Waisai menggelar kegiatan In House Training (IHT) bertema “Mewujudkan Pembelajaran yang Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan.”
Kegiatan ini berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Raja Ampat, Sabtu (25/10/2025), diikuti 132 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru sekolah dasar, baik negeri maupun swasta se-Distrik Kota Waisai.
Ketua K3S Distrik Kota Waisai, Candra Arif dalam sambutannya menjelaskan, pelatihan ini menekankan pemahaman tentang konsep pembelajaran mendalam (deep learning), yakni pendekatan yang dicanangkan oleh Pusat Merdeka Belajar Kemendikbudristek.
“Kita ingin melatih para guru agar mampu menerapkan pembelajaran yang bermakna — tidak hanya sekadar mentransfer ilmu, tetapi juga menumbuhkan kesadaran dan daya reflektif peserta didik,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan ini mendorong siswa untuk berpikir kritis, memahami makna dari proses belajar, serta mampu mengaitkan pengetahuan yang diperoleh dengan kehidupan sehari-hari. Setelah pelatihan, kegiatan akan dilanjutkan dengan pendampingan langsung ke sekolah-sekolah agar penerapan pembelajaran mendalam benar-benar berjalan di ruang kelas.
“Harapan kami setelah kegiatan ini, guru-guru dapat mengimplementasikan pendekatan ini di kelasnya masing-masing. K3S bersama KKG akan melakukan pendampingan untuk memastikan penerapan konsep ini berjalan optimal,” tambahnya.

Kegiatan menghadirkan dua pemateri utama — Novelina Salinggi dari SMA Negeri 14 dan Candra Arif dari SD Negeri 2 Waisai — yang membawakan materi tentang konsep dan praktik pembelajaran mendalam secara aplikatif di lingkungan sekolah dasar. Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan antusias, ditandai dengan diskusi serta simulasi pembelajaran bermakna di kelas.
Kegiatan IHT ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Raja Ampat, Stenly Sauyai, yang mengapresiasi inisiatif K3S dan KKG dalam menyelenggarakan kegiatan secara mandiri.
“Kurikulum pendidikan saat ini telah berubah. Karena itu, guru juga harus menyesuaikan pendekatan pembelajaran mereka. IHT ini menjadi langkah nyata untuk memperdalam pemahaman tentang pembelajaran mendalam,” ujar Stenly.
Ia menambahkan, pembelajaran mendalam memberi ruang bagi inovasi di sekolah dan mendorong keterlibatan aktif siswa dalam memahami konsep, bukan sekadar menghafal materi.
“Kita berharap inovasi pembelajaran ini dapat diterapkan di semua sekolah agar anak-anak merasakan proses belajar yang menyenangkan, kritis, dan bermakna,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Stenly berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke distrik lain di Kabupaten Raja Ampat. Ia menyebut, kini sudah banyak guru di daerah ini yang pernah mengikuti pelatihan pembelajaran mendalam dan siap menjadi fasilitator bagi rekan sejawat tanpa harus mendatangkan instruktur dari luar daerah.
“Kita sudah memiliki sumber daya di dalam daerah — baik di tingkat SD, SMP, maupun SMA. Dengan begitu, penyebarluasan konsep pembelajaran mendalam di Raja Ampat bisa dipercepat,” jelasnya.
Ia menegaskan, Dinas Pendidikan akan terus mendukung kegiatan peningkatan kompetensi guru karena hal itu merupakan bagian penting dalam peningkatan mutu pendidikan di Raja Ampat.
Melalui kegiatan IHT ini, diharapkan lahir guru-guru inspiratif yang mampu menciptakan suasana belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan bagi peserta didik di seluruh sekolah dasar di Kota Waisai.
Writer: Dony Kumuai II Editor: Petrus Rabu












