Waisai, Raja Ampat News – Gubernur Papua Barat Daya (PBD), Elisa Kambu, S.Sos, secara resmi meluncurkan pengoperasian perdana kapal KM Gandha Nusantara II di Pelabuhan Umum Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Rabu (10/9/2025).
Kapal tersebut akan melayani trayek Waisai – Pulau Pam, Distrik Waigeo Barat Kepulauan, pulang-pergi. Prosesi peluncuran diawali dengan tradisi adat sirih pinang sebagai simbol doa dan harapan agar kapal beroperasi dengan aman dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Gubernur Elisa Kambu menjelaskan bahwa pada tahun 2024 Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya telah menyerahkan dua unit kapal untuk mendukung akses transportasi laut di wilayah kepulauan. Menurutnya, kehadiran kapal ini adalah jawaban atas doa dan harapan masyarakat Raja Ampat.
“Saya percaya bahwa peluncuran kapal ini terwujud berkat doa masyarakat Raja Ampat. Kehadirannya diharapkan mampu memudahkan mobilitas warga, sekaligus membuka peluang bagi mereka untuk menjual hasil produk ke kota dan pulang dengan membawa kebutuhan pokok dengan biaya lebih murah,” ujar Gubernur.
Bupati Raja Ampat, Orideko I. Burdam, menilai bahwa manfaat kapal ini akan terasa langsung oleh masyarakat.
“Melalui program ini, pemerintah semakin dekat dengan rakyat. Kehadiran kapal perintis akan sangat membantu nelayan, pelaku UMKM, serta masyarakat umum dalam menjalankan aktivitas harian mereka. Ini bukan sekadar transportasi, tetapi jembatan yang menghubungkan kehidupan dan harapan,” ungkapnya.

Selain mengangkut penumpang, KM Gandha Nusantara II juga difungsikan untuk membawa kebutuhan pokok masyarakat. Dengan jalur distribusi yang lebih lancar, diharapkan harga barang di pulau-pulau kecil lebih stabil, biaya logistik menurun, dan masyarakat di daerah terpencil dapat merasakan pemerataan pembangunan.
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menegaskan bahwa layanan kapal perintis ini akan terus dievaluasi dan ditingkatkan, baik dari sisi pelayanan, frekuensi pelayaran, maupun perluasan rute, agar manfaatnya berkelanjutan. Kehadiran KM Gandha Nusantara II menjadi simbol keterhubungan, pemerataan, dan keadilan pembangunan di wilayah kepulauan.
Dengan semakin kuatnya konektivitas, Raja Ampat bukan hanya akan semakin mudah dijangkau, tetapi juga berpeluang besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi maritim dan destinasi wisata dunia yang lebih inklusif.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Elisa Kambu dan Bupati Orideko I. Burdam, kapal perintis ini menjadi pijakan menuju Papua Barat Daya dan Raja Ampat yang bangkit, produktif, dan sejahtera. Kapal ini membawa pesan penting: tidak ada pulau yang terlalu jauh untuk disentuh pembangunan, dan tidak ada masyarakat yang boleh tertinggal dari arus kemajuan. (Derek Mambrasar)












