Waisai, Raja Ampat News – Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, meninjau progres pembangunan Rumah Sakit Tipe C milik Kementerian Kesehatan yang sedang dikerjakan di Kabupaten Raja Ampat, Rabu (10/9/2025). Peninjauan dilakukan bersama Ketua DPR Papua Barat Daya, Ketua Majelis Rakyat Papua, Kepala Dinas Kesehatan, serta didampingi Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Elisa Kambu menjelaskan bahwa pembangunan rumah sakit tiga lantai ini sudah memasuki tahap awal konstruksi.
“Pekerjaan fondasi dasar sudah selesai, kini mulai naik ke struktur lantai. Progres pembangunan sudah mencapai 11 persen dan sesuai kontrak ditargetkan rampung pada Desember 2025,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga mutu pembangunan, mengingat rumah sakit akan menjadi fasilitas layanan kesehatan vital bagi masyarakat Raja Ampat. “Kontraktor boleh mengejar target, tetapi jangan mengabaikan kualitas. Ini rumah sakit, tempat pelayanan umum yang akan menolong banyak orang. Jadi kualitas harus benar-benar diperhatikan,” tegasnya.
Elisa Kambu juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden dan Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin atas perhatian besar yang diberikan kepada Papua Barat Daya. Tahun anggaran 2025, pemerintah pusat mengalokasikan pembangunan dua rumah sakit melalui APBN, masing-masing di Kabupaten Raja Ampat dan Kabupaten Sorong.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Menteri Kesehatan yang sudah memberikan akses dua rumah sakit untuk Papua Barat Daya. Satu di Raja Ampat dan satu lagi di Kabupaten Sorong, tepatnya di lingkungan Universitas Muhammadiyah,” ungkapnya.
Selain itu, Gubernur mengingatkan adanya sejumlah tantangan yang bisa mempengaruhi percepatan pembangunan, di antaranya faktor cuaca dan distribusi material yang sebagian besar masih didatangkan dari luar Papua. Ia juga menekankan pentingnya dukungan keamanan dari pemerintah daerah agar proyek berjalan lancar.
“Kalau ada pekerjaan yang bisa melibatkan masyarakat lokal, silakan. Misalnya pengerjaan tanah atau kegiatan sederhana lainnya. Dengan begitu, pembangunan rumah sakit ini juga bisa memberi manfaat ekonomi langsung bagi warga sekitar,” tambahnya.
Rumah sakit yang ditargetkan selesai pada akhir 2025 ini diharapkan mampu meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Raja Ampat yang selama ini masih menghadapi keterbatasan layanan medis.
Sebelumnya, pada 16 Mei 2025, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu mendampingi Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin melakukan groundbreaking RSUD Tipe C di Waisai. Proyek senilai Rp160 miliar dari DAK Fisik 2025 itu menjadi bukti keseriusan pemerintah pusat dalam meningkatkan layanan kesehatan di Papua Barat Daya dan diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Raja Ampat.












