Sorong, RajaAmpatNews – Elisa Kambu, Gubernur Papua Barat Daya, berharap adanya inovasi dalam pengelolaan kawasan konservasi di Raja Ampat setelah dilantiknya Hasan Makasar sebagai Kepala BLUD UPTD Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Raja Ampat.
Hal tersebut disampaikan Gubernur kepada awak media usai prosesi pelantikan di Kota Sorong. Selasa.(10/3/2026). Ia menegaskan bahwa pengelolaan kawasan konservasi laut membutuhkan terobosan baru agar mampu meningkatkan pendapatan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi lembaga pengelola kawasan konservasi cukup besar, terutama dalam pengelolaan anggaran dan optimalisasi pendapatan dari sektor pariwisata serta konservasi.
“Pendapatan yang ada saat ini cukup besar. Bahkan dalam kondisi global yang sempat terpengaruh pandemi, penerimaan dari kawasan konservasi bisa mencapai sekitar 42 miliar hingga lebih dari 142 miliar rupiah,” ujar Gubernur.
Meski demikian, sebagian besar dana tersebut masih digunakan untuk operasional pengelolaan kawasan laut. Karena itu, pemerintah daerah berharap kepemimpinan baru di BLUD UPTD KKP Raja Ampat mampu menghadirkan inovasi dalam pengelolaan sumber pendapatan.

Gubernur menekankan bahwa ke depan lembaga tersebut tidak hanya bergantung pada penerimaan dari wisatawan yang datang ke Raja Ampat. Ia mendorong adanya kerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan konservasi laut.
“Kita tekankan inovasi-inovasi, bagaimana supaya ada peningkatan penerimaan. Tidak hanya dari turis yang datang, tetapi juga melalui kerja sama dengan berbagai lembaga yang peduli terhadap konservasi,” katanya.
Menurutnya, kawasan konservasi Raja Ampat merupakan aset dunia yang harus dijaga keberlanjutannya. Oleh sebab itu, kolaborasi dengan lembaga nasional maupun internasional yang bergerak di bidang lingkungan sangat penting untuk mendukung pengelolaan laut yang berkelanjutan.
Setelah pelantikan, Gubernur meminta agar segera dilakukan proses serah terima jabatan serta konsolidasi internal di lingkungan BLUD UPTD KKP Raja Ampat.
Ia juga menekankan pentingnya penyusunan rencana anggaran dan program kerja yang matang sebagai dasar pelaksanaan kegiatan ke depan.
“Setelah ini kita harapkan segera dilakukan serah terima jabatan, kemudian melakukan konsultasi internal untuk mempersiapkan rencana anggaran kegiatan,” ujarnya.
Gubernur menegaskan pemerintah provinsi akan memberikan kesempatan kepada pimpinan baru untuk bekerja dan menunjukkan kinerja terbaiknya dalam memajukan pengelolaan kawasan konservasi di Raja Ampat.
Namun demikian, pemerintah tetap akan melakukan evaluasi secara berkala terhadap kinerja lembaga tersebut guna memastikan pengelolaan kawasan konservasi berjalan efektif dan memberi manfaat bagi masyarakat serta kelestarian lingkungan.
“Kita beri kesempatan dulu untuk bekerja. Harapan kita tentu ada inovasi dan peningkatan kinerja. Nanti pemerintah akan melakukan evaluasi,” tegasnya.
Dengan kepemimpinan baru ini, pemerintah berharap pengelolaan kawasan konservasi di Raja Ampat dapat semakin profesional, berkelanjutan, serta mampu memperkuat posisi daerah tersebut sebagai salah satu kawasan konservasi laut terbaik di dunia.
Writer: Dony Kumuai II Editor: Petrus Rabu












