Waisai, Raja Ampat News — Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPC GAMKI) Kabupaten Raja Ampat menilai Carateker dan Panitia Pelaksana Rampimpurda serta Musyawarah Daerah (Musda) II DPD KNPI Raja Ampat tidak transparan dalam proses pendaftaran dan verifikasi OKP/i maupun KNPI Distrik. Penilaian ini disampaikan pada Minggu (7/12/2025).
Ketua DPC GAMKI Raja Ampat, Kores Klenufna, menegaskan bahwa tahapan pendaftaran OKP/i dan KNPI Distrik terkesan dilakukan secara tertutup tanpa pemberitahuan resmi kepada organisasi yang berhak mengikuti Musda II.
Sebagai organisasi yang terdaftar secara nasional, GAMKI mengaku tidak puas dengan cara Carateker dan panitia bekerja. Menurut Kores, pembukaan pendaftaran pada 2–3 Desember 2025 dan langsung ditutup pada 4 Desember 2025 tanpa sosialisasi yang memadai menjadi bentuk ketidakprofesionalan penyelenggara.
“Kami sangat menyayangkan pendaftaran dibuka dan ditutup begitu cepat tanpa pemberitahuan resmi, khususnya terkait kelengkapan OKP/i yang terdaftar secara nasional,” ujarnya.
Kores menilai bahwa pemberitahuan hanya melalui media tidak cukup karena tidak semua organisasi mengikuti informasi melalui kanal tersebut. Ia menegaskan bahwa pendaftaran harus disampaikan secara resmi agar seluruh OKP/i dan KNPI Distrik dapat berpartisipasi sesuai mekanisme.
GAMKI juga menilai Carateker dan Panitia Musda II terkesan memihak salah satu kandidat sehingga mengabaikan asas transparansi dan keadilan.
“Kami menilai Carateker tidak profesional. Tidak ada asas keterbukaan dalam tahapan pendaftaran, dan kerja panitia seolah hanya untuk satu kandidat,” tegas Kores.
Ia menambahkan bahwa KNPI sebagai wadah generasi muda harusnya dibangun di atas pondasi yang kuat dan bersih dari kepentingan tertentu. Organisasi ini diharapkan mampu menjalankan perannya dalam pengembangan pemuda dan kontribusi bagi masyarakat Raja Ampat.
“KNPI adalah representasi generasi muda. Pondasinya harus diletakkan dengan baik agar ke depan mampu memberi nilai lebih bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” tutupnya.
Writer: Derek Mambrasar II Editor: Petrus Rabu












