WAISAI, RajaAmpatNews – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP-RI) Kabupaten Raja Ampat periode 2025–2029 resmi dikukuhkan dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Aula Gedung Wanita Salome Syeben, Waisai, Sabtu (20/12/2025). Kegiatan ini dihadiri unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Pengukuhan pengurus DPC BMP-RI Kabupaten Raja Ampat dilakukan oleh Koordinator Wilayah DPD BMP-RI Provinsi Papua Barat Daya, Franky Umpain, atas nama Ketua Umum DPD BMP-RI Provinsi Papua Barat. Agenda tersebut merupakan bagian dari rangkaian konsolidasi organisasi BMP-RI di seluruh wilayah Tanah Papua.
Susunan kepengurusan DPC BMP-RI Kabupaten Raja Ampat periode 2025–2029 terdiri atas unsur pembina dan pengurus harian. Sebagai pembina ditetapkan Bupati Raja Ampat, Dandim 1805/Raja Ampat, Kapolres Raja Ampat, serta Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Raja Ampat.
Sementara itu, susunan Pengurus Harian DPC BMP-RI Kabupaten Raja Ampat adalah sebagai berikut:
Ketua: Herman Dimara
Wakil Ketua I: Kundrat Kaisiepo
Wakil Ketua II: Stiles Numberi
Sekretaris: Steven Manggaprouw
Wakil Sekretaris I: Lukius Mambraku
Wakil Sekretaris II: Jackobus Umpes
Bendahara: Rhina Burdam
Wakil Bendahara: Bongkis Burdam
Dalam keterangannya, Franky Umpain menegaskan bahwa pengukuhan ini merupakan agenda resmi organisasi Barisan Merah Putih Republik Indonesia di Tanah Papua. Ia menyebutkan, tahun 2025 menjadi momentum penting bagi BMP-RI untuk menuntaskan konsolidasi organisasi di seluruh wilayah Papua.
“Ini merupakan agenda resmi organisasi Barisan Merah Putih Republik Indonesia di Tanah Papua. Tahun 2025 ini konsolidasi organisasi BMP harus diselesaikan di akhir tahun. Karena itu, sejak November hingga Desember kami melaksanakan pelantikan di berbagai daerah,” ujar Franky.
Ia menambahkan, khusus di Provinsi Papua Barat Daya, pengukuhan pengurus DPC BMP-RI Kabupaten Raja Ampat menjadi agenda terakhir di penghujung tahun 2025.
“Untuk Papua Barat Daya, Raja Ampat menjadi momen terakhir kami di akhir tahun ini dalam rangkaian agenda organisasi BMP-RI. Ini merupakan tahapan resmi untuk menegaskan bahwa kepengurusan di Kabupaten Raja Ampat sah dan siap melaksanakan tugas-tugas organisasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Franky menjelaskan bahwa BMP-RI memiliki visi utama mengawal program-program pemerintah pusat, sekaligus membangun dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan serta nasionalisme di Tanah Papua. Kehadiran BMP-RI diharapkan mampu memberikan kontribusi positif, khususnya dalam pembentukan karakter kebangsaan generasi muda Papua.
“Visi pertama kami adalah mengawal program pemerintah pusat. Yang kedua, bagaimana nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme itu terus dibangun di Tanah Papua. Harapan kami, kehadiran BMP bisa memberikan dampak positif, terutama dalam membangun karakter kebangsaan generasi muda Papua,” ungkapnya.
Franky juga memaparkan bahwa BMP-RI memiliki tiga agenda utama dalam menjalankan roda organisasi. Agenda pertama adalah penguatan kelembagaan melalui konsolidasi organisasi hingga pelantikan pengurus di seluruh daerah.
“Tahapan agenda pertama adalah penguatan kelembagaan. Konsolidasi organisasi sampai dengan pelantikan pengurus ini sudah kita selesaikan,” katanya.
Memasuki tahun-tahun berikutnya, BMP-RI akan fokus pada agenda penguatan kapasitas pengurus. Para pengurus akan dibekali dengan bimbingan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dalam mengelola organisasi, membangun kemitraan, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor.
“Ke depan, pengurus harus dibekali kemampuan mengelola organisasi, membangun kemitraan dan kolaborasi, baik dengan pemerintah, kelompok kesukuan, maupun kelompok pemuda,” jelas Franky.
Ia menegaskan bahwa tujuan besar BMP-RI tidak hanya membangun organisasi yang solid, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menjaga persatuan, memperkuat nasionalisme, serta mendukung pembangunan dan stabilitas di Kabupaten Raja Ampat dan Tanah Papua secara umum.
Weiter: Dony Kumuai II Editor: Petrus Rabu












