RAJA AMPAT — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Raja Ampat menggelar sosialisasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) bekerja sama dengan Bank Mandiri Cabang Sorong dan Waisai. Kegiatan ini berlangsung di Aula Lantai 2, Ruang NICU RSUD Raja Ampat, Rabu (1/4/2026).
Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Direktur RSUD Raja Ampat, Meidi Lidia Maspaitela, Area Transaction and Funding Manager (ATFM) area sorong, Andika, bersama tim, pimpinan Bank Mandiri Cabang Waisai, Mitcen Pandiangan, serta para tenaga kesehatan, mulai dari dokter spesialis, kepala unit, hingga bagian keuangan di lingkungan RSUD Raja Ampat.
Dalam sambutannya, Direktur RSUD Raja Ampat, Meidi Lidia Maspaitela, menyampaikan apresiasi atas dukungan Bank Mandiri dalam pengembangan sistem manajemen rumah sakit. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kesiapan rumah sakit, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan sebelum penetapan standar nasional pelayanan kesehatan.
“Melalui sosialisasi ini, kami berharap seluruh tim dapat mengidentifikasi kendala yang selama ini dihadapi, sehingga pihak Bank Mandiri dapat membantu mengkaji dan menyempurnakan sistem yang ada. Targetnya, sistem yang sebelumnya belum optimal dapat ditingkatkan hingga mencapai kinerja maksimal,” ujarnya.

Meidi juga mengajak seluruh pihak di RSUD untuk bersikap proaktif dalam proses integrasi sistem, mengingat penerapan SIMRS akan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Andika Dari Area Transaction and Funding Manager (ATFM), area sorong, menjelaskan bahwa kehadiran pihaknya bertujuan menawarkan solusi digital dalam pengelolaan keuangan rumah sakit melalui sistem terintegrasi.
Ia menyebutkan, salah satu solusi yang diperkenalkan adalah platform digital bernama Kopra Hospital, yang dirancang untuk mengintegrasikan sistem keuangan rumah sakit dengan berbagai ekosistem pendukung, seperti pasien, BPJS, vendor, hingga perbankan.
“Melalui sistem ini, pencatatan keuangan rumah sakit akan terhubung langsung dengan sistem perbankan, sehingga mampu meningkatkan transparansi serta meminimalisir risiko kebocoran dan kecurangan,” jelas Andika saat diwawancarai usai melakukan sosialisasi.
Menurutnya, penerapan sistem terintegrasi tersebut tidak hanya berdampak pada tata kelola keuangan yang lebih baik, tetapi juga berimplikasi langsung pada peningkatan kualitas layanan rumah sakit serta kepercayaan masyarakat.

“Jika transparansi sudah berjalan dengan baik, maka kualitas pelayanan akan meningkat dan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit juga akan semakin kuat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bank Mandiri juga memperkenalkan kerja sama dengan penyedia sistem informasi rumah sakit, yakni platform Kansa, yang telah terintegrasi dengan Kopra Hospital. Kolaborasi ini dinilai akan mempermudah RSUD Raja Ampat dalam membangun sistem keuangan yang kredibel, efisien, dan modern.
Selain itu, dalam kesempatan yang sama, Bank Mandiri turut mensosialisasikan program pembiayaan perumahan melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) berbasis Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Program ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam penyediaan tiga juta rumah bagi masyarakat.
Melalui program tersebut, baik pegawai RSUD maupun masyarakat di Kabupaten Raja Ampat dapat mengakses pembiayaan perumahan dengan skema subsidi, tanpa dibatasi lokasi pembelian rumah di wilayah tertentu.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan RSUD Raja Ampat semakin siap mengimplementasikan sistem manajemen berbasis digital yang transparan dan terintegrasi, guna mendorong pelayanan kesehatan yang lebih optimal bagi masyarakat.
Writer: Agustinus Guntur












