Wawarbomi, Raja Ampat News – Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melalui Dinas Pariwisata menggelar Pelatihan Selancar Air (Surfing) di Distrik Wawarbomi, kawasan Pantai Utara Raja Ampat, Senin (27/10/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk mencetak instruktur lokal sekaligus mengembangkan potensi wisata bahari di wilayah tersebut.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, 27–28 Oktober 2025, diikuti sekitar 30 peserta dari kampung-kampung pesisir di Distrik Wawarbomi. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Disbudpar Raja Ampat, Stenly Rahman, mewakili Kepala Dinas Pariwisata Raja Ampat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut pelatih surfing PON Papua Barat, Theodoris, jajaran Dinas Pariwisata Raja Ampat, Kepala Distrik Wawarbomi Yohanis Rumbarak, Kepala Kampung Boni Naftali Mirino, serta Plt Kepala Kampung Warkori Markus Wanma.
Dalam sambutannya, Stenly menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sektor pariwisata melalui pengembangan olahraga air.

“Pelatihan surfing ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Pantai Utara Raja Ampat. Kami berharap kegiatan ini dapat membuka peluang baru bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam industri wisata bahari dan turut menjaga kelestarian lingkungan laut,” ujar Stenly.
Ia menjelaskan, program pelatihan tersebut juga memberikan perlengkapan praktik dan inventaris surfing bagi peserta, yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan penyewaan papan selancar dan aktivitas wisata lainnya.
“Program ini kami dorong sebagai terobosan baru untuk menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat pesisir,” tambahnya.
Lebih lanjut, Stenly menuturkan bahwa pelatihan surfing ini merupakan hasil perencanaan panjang selama 10 tahunyang akhirnya dapat terealisasi pada masa kepemimpinan Bupati Orideko I. Burdam.
“Kami berharap kegiatan ini terus mendapat dukungan agar berkelanjutan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal,” harapnya.

Selain itu, Stenly juga menyinggung peluang besar bagi pengembangan sektor pariwisata Raja Ampat dengan adanya rencana perubahan status Bandara Deo menjadi bandara internasional, yang diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan asing maupun domestik.
“Jika pelatihan ini berhasil, maka akan menjadi contoh bagi kampung-kampung lain di Raja Ampat untuk mengembangkan potensi wisata serupa,” tutup Stenly.
Writer: Derek Mambrasar II Editor: Petrus Rabu












