Dinas Perikanan Raja Ampat Salurkan Bantuan Keramba Jaring Apung untuk Perkuat Budidaya Ikan Kerapu di Kampung Saonek

Waisai, RajaAmpatNews – Komitmen Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dalam mendorong peningkatan sektor perikanan dan memperkuat ketahanan pangan kembali diwujudkan melalui penyerahan bantuan Keramba Jaring Apung (KJA) kepada Kelompok Budidaya Ikan (POKDAKAN) INBURNOS di Kampung Saonek, Distrik Waigeo Selatan. Bantuan ini disalurkan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Raja Ampat melalui Bidang Budidaya.

Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan Raja Ampat, Adrian Kaiba, di Waisai Kabupaten Raja Ampat pada Jumat (12/12/2025) menjelaskan bahwa kelompok INBURNOS selama ini telah aktif melakukan penangkapan dan pemancingan ikan kerapu, namun masih terbatas oleh minimnya sarana penampungan. Keterbatasan ini berdampak pada hasil produksi dan efisiensi kerja, sehingga kebutuhan akan keramba jaring apung menjadi sangat mendesak.

Menurut Kaiba, usulan bantuan KJA tersebut diajukan pada awal tahun 2025, bertepatan dengan Kunjungan Kerja Perdana Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat ke Kampung Saonek dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat. Saat itu, kelompok INBURNOS menyampaikan proposal permohonan bantuan KJA, yang juga didukung oleh Pemerintah Kampung Saonek serta mendapat pendampingan langsung dari Kodim 1805 Raja Ampat, mengingat Kampung Saonek merupakan salah satu daerah binaan Kodim 1805 Raja Ampat.

“Pada kunjungan tersebut, Bapak Bupati memastikan bahwa bantuan yang diusulkan oleh kelompok INBURNOS akan direalisasikan pada akhir tahun 2025. Hari ini, komitmen itu diwujudkan,” ujar Adirian Kaiba.

Lebih lanjut, Kaiba menegaskan bahwa program bantuan KJA ini merupakan implementasi dari visi dan misi Bupati Raja Ampat untuk menciptakan sektor perikanan yang terintegrasi dengan pariwisata. Kampung Saonek yang berada tepat di kawasan Destinasi Selat Dampier, berhadapan dengan sejumlah resort dan homestay, dinilai strategis untuk pengembangan budidaya ikan seperti kerapu, bubara, hingga kakap putih.

“Dengan adanya KJA, hasil budidaya tidak hanya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, tetapi juga menjadi nilai tambah bagi sektor pariwisata. Wisatawan nantinya bisa menikmati hasil budidaya ikan segar dari Saonek,” tambah Kaiba.

Ia juga menyampaikan bahwa Kodim 1805 Raja Ampat berperan aktif dalam memberikan motivasi dan pendampingan kepada masyarakat terkait pengelolaan KJA, termasuk pemanfaatannya untuk menampung ikan hasil pancingan maupun mendatangkan bibit baru untuk dibudidayakan. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan kemandirian dan ketahanan pangan bagi masyarakat setempat.

Selain itu, dukungan dari Pelaksana Tugas Kepala Kampung Saonek saat pengusulan proposal turut memperkuat keyakinan Dinas Perikanan terhadap potensi kelompok INBURNOS dalam mengembangkan budidaya ikan berbasis masyarakat.

“Bantuan ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah kampung, dan Kodim 1805. Kami berharap kelompok INBURNOS dapat memaksimalkan KJA ini untuk meningkatkan produksi, memperkuat ekonomi kampung, dan mendukung integrasi perikanan dengan pariwisata Raja Ampat,” tutup Kaiba.

Program bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendukung ketahanan pangan, sekaligus memperkuat posisi Raja Ampat sebagai daerah yang mengembangkan sektor perikanan secara berkelanjutan dan ramah pariwisata.

Writer: Dony Kumuai II Editor: Petrus Rabu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *