HUT ke-16 Stasi Santa Maria Mater Dei Waisai, Umat Gelar Jalan Santai Sambil Bersihkan Pantai WTC

RAJA AMPAT – Dalam rangka menyambut puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 Stasi Santa Maria Mater Dei Waisai, umat Katolik bersama peserta didik Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) menggelar jalan santai bertema “Sehat Bersama, Semangat Melayani”, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti umat Katolik serta peserta didik SD YPPK Santa Maria Regina dan SMP YPPK. Peserta memulai perjalanan dari Lapangan SD YPPK Santa Maria Regina dan berakhir di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Ketua Panitia Pelaksana HUT ke-16 Stasi Santa Maria Mater Dei Waisai, Herich Ferdinand Insyur, mengatakan jalan santai tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan menjelang puncak perayaan HUT stasi yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober 2026.

KET: Ketua Panitia Pelaksana HUT ke-16 Stasi Santa Maria Mater Dei Waisai, Herich Ferdinand Insyur saat menjelaskan tujuan kegiatan, di pantai WTC Sabtu 24/10/2026 // foto: Agustinus Guntur/ RajaAmpatNews.com

Menurut Herich, kegiatan itu tidak hanya bertujuan menjaga kesehatan dan mempererat kebersamaan umat, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak umat untuk mencintai lingkungan. Ketika kita menjaga lingkungan, lingkungan di sekitar kita menjadi bersih dan alam pun menjadi lebih baik,” jelas Herich.

Ia menjelaskan, jalan santai sengaja dirangkaikan dengan aksi memungut sampah di sepanjang rute yang dilalui peserta hingga kawasan Pantai WTC. Aksi tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian umat terhadap kebersihan lingkungan.

Herich menambahkan, kegiatan memungut sampah juga menyampaikan pesan bahwa kepedulian terhadap kebersihan harus dimulai dari diri sendiri.

“Jangan menunggu orang lain untuk membersihkan lingkungan. Kita harus mulai dari diri sendiri, dari hal-hal kecil, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan memungut sampah yang kita temui,” ujarnya.

KET: Umat Katolik sedang membersihkan kawasan pantai WTC// foto: Agustinus Guntur/ RajaAmpatNews.com

Ia berharap kegiatan tersebut dapat membangun kesadaran umat, khususnya generasi muda, agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan di sekitar mereka.

Baca Juga  Jelang HUT ke-81 RI, Raja Ampat Gerakkan Pelajar Pilah Sampah, Semangat Kemerdekaan Didorong Lewat Aksi Lingkungan

Menurutnya, peringatan HUT stasi tidak hanya menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan umat, tetapi juga kesempatan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

“Perayaan HUT stasi bukan hanya tentang kegiatan internal umat. Kami ingin kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar,” katanya.

Herich menilai, aksi sederhana seperti memungut sampah dapat menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan menjaga kebersihan secara berkelanjutan.

Ia juga mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk menjadikan kebersihan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama di kawasan Pantai WTC yang merupakan salah satu ruang publik dan destinasi wisata di Waisai.

KET: peserta didik SD YPPK Santa Maria Regina dan SMP YPPK. Memungut sampah di kawasan pantai WTC, Sabtu 24/10/2026 // foto: Agustinus Guntur/ RajaAmpatNews.com

“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada momentum HUT stasi saja. Kepedulian terhadap lingkungan harus terus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Herich mengatakan, tema “Sehat Bersama, Semangat Melayani” dipilih untuk mengajak umat membangun kebersamaan melalui kegiatan yang sehat sekaligus bermanfaat bagi lingkungan.

Ia menyebut jalan santai dan aksi memungut sampah merupakan bentuk pelayanan sederhana yang dapat dilakukan umat secara bersama-sama.

“Semangat melayani bisa diwujudkan melalui banyak hal. Salah satunya dengan menjaga kebersihan lingkungan yang menjadi tempat kita hidup bersama,” ungkapnya.

Ia berharap rangkaian kegiatan HUT ke-16 Stasi Santa Maria Mater Dei Waisai dapat memperkuat kehidupan iman umat sekaligus meningkatkan kepedulian sosial.

Dengan keterlibatan umat, peserta didik, dan masyarakat, Henrik berharap gerakan menjaga kebersihan dapat terus berkembang dan menjadi kebiasaan bersama di Waisai.

“Lingkungan ini adalah rumah kita bersama. Karena itu, mari kita jaga dan rawat bersama,” pungkasnya.