Waisai, RajaAmpatNews – Semangat menyambut Bulan Suci Ramadhan mulai menggeliat di Raja Ampat. Gebyar Ramadhan yang digagas Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Raja Ampat mendapat dukungan luas lintas sektor, menandai kuatnya komitmen bersama untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum kebangkitan spiritual dan sosial masyarakat.
Dukungan tersebut mengemuka dalam rapat lintas sektor dan diskusi terbuka yang berlangsung di Aula Babusalam, Senin malam. Hadir dalam forum tersebut Ketua NU Raja Ampat, Ketua Muhammadiyah, Ketua BKMT, Komandan Kodim 1805 Raja Ampat, Danyon Yonif TP 863/BB, Polres Raja Ampat, Pemerintah Daerah Raja Ampat.
Ketua PHBI Raja Ampat, Sawaluddin Taesa, menegaskan kesiapan PHBI untuk berkolaborasi penuh menyukseskan Gebyar Ramadhan, dengan salah satu program unggulan bertajuk Kampung Ramadhan.
Konsep ini dinilai strategis untuk menghidupkan suasana Ramadhan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Konsep Kampung Ramadhan memusatkan seluruh aktivitas Ramadhan di satu titik. Mulai dari kuliner dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, lomba-lomba keagamaan, hingga kajian dan kegiatan edukatif lainnya,” ungkap Sawaluddin Taesa, Selasa (10/2/26).
Menurutnya, Halaman Masjid Agung Waisai dipilih sebagai pusat kegiatan agar denyut Ramadhan benar-benar terasa. Dengan aktivitas terpusat, masyarakat tidak hanya beribadah, tetapi juga berinteraksi, berbagi, dan saling menguatkan dalam suasana religius yang hidup dan inklusif.
Tak berhenti di sana, Gebyar Ramadhan juga akan diawali dengan aksi bersih jalan-jalan utama Kota Waisai. Kegiatan ini akan melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari TNI, Polri, ASN, organisasi masyarakat Islam, paguyuban, pelajar, majelis taklim, hingga masyarakat umum.
“Ramadhan harus dimulai dengan kebersihan hati dan lingkungan. Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tapi ajakan bersama untuk peduli dan bergerak,” tegasnya.
PHBI Raja Ampat juga menargetkan penyelesaian agenda penting lainnya dalam waktu dekat, yakni pelantikan pengurus PHBI di seluruh distrik. Langkah ini diharapkan memperkuat koordinasi dan pemerataan program keagamaan hingga ke tingkat akar rumput.
Gebyar Ramadhan di Raja Ampat bukan sekadar agenda tahunan, melainkan panggilan kolektif: menghidupkan Ramadhan, menguatkan persaudaraan, dan membuktikan bahwa harmoni antarumat dan lembaga adalah kekuatan nyata daerah para raja.
Writer: Aditya Nugroho II Editor : Petrus Rabu













