WAISAI, RajaAmpatNews – Gubernur Provinsi Papua Barat Daya, Elisa Kambu, melakukan kunjungan kerja ke Waisai, Ibu Kota Kabupaten Raja Ampat, Senin (12/1/2026). Kunjungan tersebut difokuskan pada penguatan sektor pendidikan melalui penyerahan bantuan sarana penunjang pembelajaran kepada sejumlah sekolah di wilayah Raja Ampat.
Dalam kunjungan ini, Gubernur Elisa Kambu didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Daya Yakob Kareth, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Daya Adolof Kambu, serta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.
Rombongan Gubernur disambut oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Raja Ampat bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Raja Ampat, yang mewakili Bupati Raja Ampat.
Kegiatan penyerahan bantuan dipusatkan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Raja Ampat yang berlokasi di Kelurahan Bongkawir, Distrik Waisai Kota.
Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Gubernur Elisa Kambu menyerahkan bantuan pendidikan kepada sembilan sekolah di Kabupaten Raja Ampat berupa perangkat teknologi guna menunjang proses belajar-mengajar berbasis digital.

Sekolah-sekolah penerima bantuan tersebut meliputi:
- SD YPK Kalobo
- SD YKP Amdui
- SD YPK Biga
- SD YPK Yensner
- SD YPPK Santa Maria Regina Waisai
- SD YPK Pam
- SMP YPK Limalas
- SMP YPK Alfa Omega Waisai
- MTs Darusalam Lilinta
Masing-masing sekolah menerima lima unit laptop sebagai sarana pendukung pembelajaran. Selain itu, SLB Negeri Raja Ampat juga menerima dua unit mobil mini bus.
Gubernur Elisa Kambu menjelaskan, dua unit mini bus tersebut diperuntukkan sebagai sarana transportasi antar-jemput bagi siswa dan siswi berkebutuhan khusus. Menurutnya, keterbatasan akses mobilitas masih menjadi tantangan tersendiri bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Waisai.
“Dua unit mobil ini kami berikan untuk mendukung mobilitas anak-anak berkebutuhan khusus di SLB. Dengan kondisi wilayah yang cukup berjauhan, mereka sangat membutuhkan dukungan sarana transportasi dari pemerintah,” ujar Gubernur Elisa Kambu.
Ia menambahkan, bantuan yang diserahkan dalam kunjungan kerja ini merupakan bagian dari program yang telah dianggarkan dalam Tahun Anggaran 2025. Sementara itu, usulan lain seperti pengaspalan akses jalan dan pembangunan asrama akan direalisasikan secara bertahap, menyesuaikan dengan kondisi fiskal daerah.
“Untuk pembangunan asrama, akan kita upayakan secara bertahap setelah kondisi fiskal memungkinkan. Saat ini kami prioritaskan bantuan yang paling dibutuhkan, yakni transportasi bagi anak-anak berkebutuhan khusus serta laptop untuk menunjang proses pembelajaran,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan, memperluas akses teknologi bagi peserta didik, serta memperkuat perhatian terhadap pendidikan inklusif, khususnya bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Raja Ampat.
Kunjungan kerja ini sekaligus menjadi wujud komitmen Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dalam mendorong pemerataan pembangunan pendidikan di wilayah kepulauan dan daerah terpencil, serta mempererat sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Tanah Papua.
Writer: Dony Kumuai II Editor: Petrus Rabu













