Warsambin, RajaAmpatNews– Komitmen Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam memperkuat pendidikan di wilayah pinggiran Indonesia kembali diwujudkan melalui Program Pemberdayaan Sarana dan Prasarana Pendidikan. Kali ini, bantuan tersebut disalurkan kepada Komunitas Literasi Ruang Belajar Mayalibit (RBM) di Kampung Warsambin, Distrik Teluk Mayalibit, Kabupaten Raja Ampat.
Bantuan yang diberikan meliputi meja belajar, dry box, laptop, printer, serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya. Sarana tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas belajar mengajar serta meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak di wilayah pesisir dan pedalaman Raja Ampat.
Salah satu relawan Ruang Belajar Mayalibit, Wandi Mambrasar, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo atas perhatian dan dukungan nyata terhadap dunia pendidikan di Papua, khususnya di Raja Ampat.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas bantuan sarana dan prasarana yang diberikan kepada Ruang Belajar Mayalibit. Bantuan ini sangat bermanfaat dan akan kami gunakan sebaik-baiknya untuk mendukung pendidikan anak-anak di sini,” ujar Wandi.
Senada dengan itu, Ria Warwey berharap program pemberdayaan tersebut tidak hanya dirasakan oleh Ruang Belajar Mayalibit, tetapi juga dapat menjangkau seluruh wilayah di Kabupaten Raja Ampat.
“Harapan saya, bantuan seperti ini tidak hanya berhenti di Ruang Belajar Mayalibit, tetapi juga dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat di Kabupaten Raja Ampat,” tegasnya.

Sementara itu, Richard Mnsen, selaku inisiator Komunitas Ruang Belajar Mayalibit, menyatakan bahwa bantuan ini menjadi motivasi besar bagi komunitas literasi yang ia rintis bersama para relawan. Ia berharap program pemberdayaan dari pemerintah pusat dapat berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak wilayah di Tanah Papua.
“Kami berharap program ini tidak hanya selesai tahun ini, tetapi dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. Selain itu, kami berharap cakupannya semakin luas, tidak hanya untuk anak-anak di Ruang Belajar Mayalibit, tetapi juga seluruh wilayah Raja Ampat, bahkan Tanah Papua secara umum,” ungkap Richard.
Program pemberdayaan ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah pusat dalam memperkuat akses dan kualitas pendidikan di wilayah terluar Indonesia, sekaligus mendukung peran komunitas literasi sebagai garda terdepan dalam mencerdaskan generasi muda Papua.
Writer: Petrus Rabu













