Waisai, RajaAmpatNews – Dinas Kesehatan Kabupaten Raja Ampat meluncurkan sebuah aksi perubahan bertajuk “Catin Sehat, Keluarga Kuat (TEKAD)” yang berfokus pada penguatan layanan kesehatan reproduksi bagi calon pengantin (catin), pada Kamis (4/12/2025).
Program ini digagas oleh Bdn. Habiba Tamima, STR.Keb, MM melalui Aksi Perubagan pada Program Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) VII LAN RI, Makassar. Aksi perubahan ini dirancang sebagai respons atas masih tingginya persoalan kesehatan ibu dan anak di Raja Ampat, termasuk prevalensi stunting, wasting, dan underweight.
Meski angka kematian ibu di Kabupaten Raja Ampat hingga Triwulan II tahun 2025 tercatat nol kasus, angka kematian neonatal (usia 0–28 hari) masih mencapai 8 kasus. Fakta ini menunjukkan pentingnya intervensi kesehatan bukan hanya saat kehamilan, tetapi sejak masa pranikah.
“Upaya untuk membangun keluarga sehat harus dimulai dari hulu, yaitu sejak calon pengantin. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, kematian neonatal, serta rendahnya kualitas sumber daya manusia di Raja Ampat,” ujar Habiba Tamima.

Menjawab Tantangan Pernikahan dan Kesehatan
Data KUA dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menunjukkan bahwa pada tahun 2024 terdapat 882 pasangan menikah, terdiri dari 60 pasangan beragama Islam dan 822 pasangan beragama Kristen. Sementara pada periode Januari–September 2025 tercatat 456 pasangan menikah, dengan 51 pasangan Islam dan 405 pasangan Kristen.
Menariknya, angka pernikahan yang dilaksanakan di luar KUA Dan Pernikahan masal yg tdk tercatat di Catatan Sipil masih cukup tinggi. Pada 2024 tercatat 28 pasangan menikah (14 di KUA dan 14 di luar KUA), sedangkan pada 2025 hingga Triwulan II terdapat 26 pasangan (10 di KUA dan 16 di luar KUA). Kondisi ini membuat jangkauan layanan dan edukasi pranikah menjadi terbatas jika hanya terpusat di satu lembaga.
Oleh karena itu, program “Catin Sehat, Keluarga Kuat” dirancang dengan pendekatan lintas sektor. Dinas Kesehatan menggandeng KUA, pengurus gereja, tokoh adat, serta puskesmas untuk menjangkau calon pengantin dari berbagai latar belakang agama dan wilayah, termasuk daerah kepulauan dan wilayah terpencil.
Layanan Terintegrasi dan inovatif
Program ini menawarkan paket layanan komprehensif yang mencakup:
- Edukasi kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga,
- Pemeriksaan kesehatan pranikah,
- Imunisasi pranikah,
- Konseling pasangan,
- Media edukasi berupa leaflet, poster, dan presentasi digital,
- Pemanfaatan mobile clinic dan layanan telekonseling.
Inovasi ini dinilai baru di Raja Ampat karena untuk pertama kalinya layanan kesehatan pranikah diintegrasikan langsung dengan bimbingan perkawinan di KUA dan lembaga keagamaan, dengan dukungan media digital dan pendekatan berbasis budaya lokal.

Program ini juga dirancang agar bisa direplikasi di daerah lain, khususnya wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), karena model kerjasama lintas sektor yang digunakan bersifat adaptif dan kontekstual.
Selaras dengan Asta Cita Nasional
Aksi perubahan “Catin Sehat, Keluarga Kuat” sejalan dengan visi pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita, khususnya:
- Asta Cita 3: Peningkatan pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas,
- Asta Cita 5: Peningkatan kualitas sumber daya manusia,
- Asta Cita 7: Mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera,
Asta Cita 8: Pemerataan pembangunan antarwilayah.Melalui program ini, calon pengantin tidak hanya dipersiapkan secara fisik, tetapi juga secara mental dan sosial untuk membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan berketahanan.
Program ini juga disiapkan agar dapat masuk dalam perencanaan jangka menengah daerah (RPJMD) dan didukung melalui APBD, sehingga keberlanjutannya tidak hanya bergantung pada program pusat.
Penyusunan roadmap, SOP layanan, serta publikasi hasil kegiatan menjadi bagian penting dalam memastikan program ini terus berjalan secara berkelanjutan.
“Ini bukan sekadar program, tapi investasi jangka panjang untuk masa depan Raja Ampat. Keluarga yang sehat adalah fondasi utama bagi terwujudnya masyarakat yang kuat dan sejahtera,” tutup Habiba Tamima.
Dengan hadirnya “Catin Sehat, Keluarga Kuat (TEKAD)”, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menunjukkan komitmen nyata dalam membangun generasi unggul, dimulai dari langkah kecil namun strategis: mempersiapkan calon pengantin menjadi orang tua yang sehat, sadar, dan siap melahirkan generasi masa depan yang berkualitas.
Writer: Dony Kumuai II Editor: Petrus Rabu













