Sorong, RajaAmpatNews— Tokoh sepak bola Papua Barat Daya, Dave Thio, mengambil langkah penting menuju pencalonannya sebagai Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Provinsi Papua Barat Daya. Pada Minggu (30/11/2025), ia mengunjungi kediaman keluarga besar mendiang Presiden Saf’com, Auguste CR Sagrim, untuk memohon restu sebelum mengikuti kontestasi pemilihan yang dijadwalkan berlangsung Desember mendatang.
Kunjungan yang berlangsung khidmat itu dilakukan langsung di depan makam almarhum, sosok yang selama ini dikenal sebagai tokoh sentral dan motivator besar dalam perkembangan sepak bola Papua Barat Daya.
Dalam kesempatan tersebut, Dave Thio menyampaikan penghormatan mendalam atas dedikasi almarhum Auguste CR Sagrim, yang dinilainya telah membangun fondasi kuat bagi dunia sepak bola di wilayah tersebut.
“Perjuangan almarhum selama lebih dari 10 tahun bukan hanya menjadi pondasi, tetapi telah menjadi rumah mewah bagi persepakbolaan Papua Barat Daya,” ujar Dave Thio.
Sebagai Plt Sekretaris Umum PSSI Papua Barat Daya yang telah bertugas selama tiga tahun, Thio menyebut kontribusinya masih sebatas “pondasi” dibandingkan jejak panjang yang ditinggalkan Sagrim. “Sementara beliau yang sudah 15 tahun lebih mendorong persepakbolaan di daerah ini, sudah menjadi rumah mewah,” tegasnya di hadapan keluarga besar Saf’com.

Niat baik Dave Thio disambut positif oleh keluarga besar Saf’com.
Mewakili keluarga, Ortys Fernando Sagrim menyatakan rasa bangganya karena ada sosok yang ingin melanjutkan perjuangan mendiang Auguste Sagrim. Dukungan serupa juga disampaikan Korneles Sagrim, kakak kandung almarhum sekaligus CEO Saf’com.
Senada, Sonya Sagrim — keponakan almarhum — turut memberikan apresiasi.
“Saya mengapresiasi semangat Saudara Dave yang mau melanjutkan perjuangan saudara kandung saya, dan kami keluarga mendukung penuh dari belakang,” ujarnya.
Kepada media, Dave Thio menegaskan bahwa permintaan restu tersebut bukan terkait kepentingan suara, mengingat Saf’com secara organisasi tidak memiliki hak pilih (voters) dalam kongres pemilihan ketua PSSI Papua Barat Daya.

“Saf’com memang tidak mempunyai hak sebagai voters, namun perannya sangat besar dalam perkembangan sepak bola,” jelasnya. Kunjungan tersebut, menurut Thio, adalah bentuk penghormatan atas warisan besar yang telah ditanamkan almarhum Auguste Sagrim.
Ia menutup pernyataannya dengan menyerahkan proses pencalonan kepada kehendak Tuhan serta para pemegang hak suara.
“Sisanya kita serahkan kepada Tuhan dan kepada 12 voters yang nanti mempunyai hak pilih dalam kongres bulan Desember,” kata Dave Thio.
Writer: Dony Kumuai II Editor: Petrus Rabu













