Waisai, RajaAmpatNews – Aktivitas sejumlah truk bermuatan tanah yang melintas di jalan poros dalam kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, dikeluhkan warga. Truk-truk tersebut diketahui kerap mengangkut tanah tanpa menutup muatannya dengan terpal, sehingga tanah tercecer di jalan raya dan menimbulkan debu yang mengganggu kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan lain.
Warga menilai kondisi ini cukup meresahkan, terutama di saat jam sibuk pagi dan sore. Debu berhamburan di sepanjang jalan utama kota tidak hanya mengganggu jarak pandang pengendara, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak dan pengguna jalan yang setiap hari melintas di jalur tersebut.

Seorang warga Waisai, Nurul Musthofa, menyampaikan harapannya agar pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Raja Ampat segera mengambil langkah penertiban.
“Kami sangat berharap agar truk-truk itu ditertibkan. Setidaknya muatan ditutup dengan terpal supaya tanah tidak tercecer ke jalan. Kalau dibiarkan, debu makin parah dan sangat mengganggu warga,” ujarnya.
Keluhan serupa juga datang dari sejumlah pengendara roda dua yang merasa terganggu saat melintasi jalur poros Waisai. Mereka menilai pihak sopir dan perusahaan pemilik truk kurang memperhatikan aturan keselamatan dalam mengangkut material.
Menanggapi keluhan tersebut, Dinas Perhubungan Kabupaten Raja Ampat melalui Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) diharapkan segera melakukan penertiban. Langkah tegas dinilai perlu, mengingat persoalan ini menyangkut ketertiban umum dan kenyamanan masyarakat.
Selain itu, kalangan pemerhati lingkungan juga menyoroti dampak jangka panjang dari aktivitas pengangkutan tanah tanpa standar keselamatan. Debu jalanan berpotensi memperburuk kualitas udara di kota Waisai, sementara tanah yang tercecer dapat merusak permukaan jalan, membuatnya lebih cepat berlubang dan licin saat hujan.

Masyarakat berharap ada koordinasi lintas instansi, termasuk aparat kepolisian, untuk mengawasi sekaligus memberikan sanksi kepada sopir maupun perusahaan yang tidak menaati aturan. Dengan demikian, pembangunan dan aktivitas angkutan material tetap berjalan tanpa mengorbankan kenyamanan dan keselamatan masyarakat.
Kehadiran pemerintah daerah dalam menertibkan hal ini menjadi penting, agar Waisai sebagai kota pusat pemerintahan Kabupaten Raja Ampat tetap terjaga kebersihannya, tertib lalu lintasnya, dan aman bagi seluruh warga serta wisatawan yang berkunjung. (Dony Kumuai)













