2026, PT Gag Nikel Targetkan Produksi 4 Juta Ton, Optimistis Kantongi Persetujuan Pemerintah

banner 120x600

Gag, RajaAmpatNews — PT Gag Nikel menargetkan peningkatan produksi nikel hingga 4 juta ton pada tahun 2026, setelah capaian produksi perusahaan pada 2025 hanya mencapai sekitar 1,8 juta ton akibat penghentian sementara operasional oleh pemerintah.

Target ambisius tersebut disampaikan General Manager PT Gag Nikel, Mustajir, saat memberikan keterangan kepada awak media dalam kegiatan rapat koordinasi eksternal bersama media dan LSM di site PT Gag Nikel, Jumat (23/1/2025).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini merupakan agenda rutin tahunan perusahaan sebagai bagian dari upaya transparansi dan komunikasi terbuka dengan para pemangku kepentingan, termasuk media dan lembaga swadaya masyarakat.

Dalam wawancara yang berlangsung di pelabuhan perusahaan, Mustajir menjelaskan bahwa pada tahun sebelumnya PT Gag Nikel menargetkan produksi sebesar 3 juta ton. Namun, target tersebut tidak tercapai akibat adanya penghentian sementara operasional oleh pemerintah yang wajib dipatuhi oleh perusahaan.

“Karena ada hentian sementara dari pemerintah dan itu harus kita taati, maka capaian produksi kami di tahun 2025 hanya sekitar 1,8 juta ton,” ujar Mustajir.

Meski demikian, pihak perusahaan tetap optimistis menatap tahun 2026. Berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang telah diajukan, PT Gag Nikel menargetkan produksi sebesar 4 juta ton, dengan catatan mendapat persetujuan dari pemerintah pusat.

“Target 2026 itu kami ajukan 4 juta ton. Tentu pengajuan ini didasari perhitungan teknis yang sangat matang dan akurat. Namun pada akhirnya tetap harus melalui evaluasi dan persetujuan pemerintah,” jelasnya.

Menanggapi pertanyaan awak media terkait aktivitas operasional yang dinilai belum terlalu masif di lapangan, Mustajir menegaskan bahwa tidak ada kendala operasional yang berarti.

“Operasi berjalan seperti biasa. Tadi sempat terlihat terhenti karena waktu salat Jumat, jadi bukan karena kendala teknis atau lainnya,” katanya.

Ia juga meluruskan informasi yang beredar terkait berakhirnya kontrak salah satu subkontraktor tambang. Menurutnya, hal tersebut merupakan proses normal dalam tata kelola perusahaan.

“Memang ada salah satu jasa kontraktor tambang yang masa kontraknya selesai, tetapi itu sudah kami antisipasi. Proses pelelangan dilakukan secara terbuka sebelum kontrak berakhir, dan saat ini sudah ada kontraktor baru yang masuk,” tegas Mustajir.

Dengan kesiapan teknis, dukungan kontraktor, serta pengajuan RKAB yang telah disusun secara komprehensif, PT Gag Nikel menyatakan optimistis mampu mencapai target produksi 4 juta ton pada 2026, sekaligus berharap mendapat lampu hijau dari pemerintah untuk merealisasikan rencana tersebut.

Writer: Agustinus Guntur II Editor: Petrus Rabu