Festival Pesona Raja Ampat 2026 Resmi Ditutup, Pelajar dan Kelompok Seni Raih Prestasi

RAJA AMPAT – Festival Pesona Raja Ampat 2026 resmi berakhir pada Sabtu (17/10/2026), setelah berlangsung selama tiga hari, sejak 15 hingga 17 Oktober 2026. Malam penutupan festival yang mengusung tema “Harmoni Bahari dan Budaya Maritim” ini turut diwarnai pengumuman para pemenang berbagai perlombaan, mulai dari tari tradisional Gale-Gale, suling tambur, hingga lomba konten edukasi lingkungan.

Berbagai perlombaan tersebut melibatkan pelajar dari sejumlah sekolah di Kabupaten Raja Ampat. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mendorong kreativitas generasi muda sekaligus melestarikan seni dan budaya lokal serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Salah satu perlombaan yang menarik perhatian adalah lomba konten edukasi lingkungan, pengelolaan sampah, dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tingkat pelajar se-Kabupaten Raja Ampat yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Raja Ampat.

Dalam perlombaan tersebut, Syarifah Nur Safira Alhamid dari SMP Negeri 13 Raja Ampat, Kampung Jefman Barat, berhasil meraih juara pertama dengan hadiah Rp3,5 juta.

Juara kedua diraih Nikita Khairana Almadina dari SMA Negeri 8 Raja Ampat, Kampung Kalobo, dengan hadiah Rp2 juta. Sementara itu, Markus Hara dan tim dari SMP Bilingual Cahaya Anak Papua, Kampung Sawinggrai, menempati juara ketiga dengan hadiah Rp1,5 juta.

Selain penilaian lomba, panitia juga memberikan apresiasi kepada 15 peserta dengan jumlah tanda suka (like) terbanyak pada konten yang dipublikasikan melalui media sosial. Masing-masing peserta mendapatkan apresiasi sebesar Rp200 ribu.

Muhammad Al Fahri Syah dari MI Lukman Elhakim, Perum 200 Waisai, menjadi peserta dengan jumlah like terbanyak, yakni 411 like di Instagram. Posisi berikutnya ditempati Chairunisa Gemiani Chaidir dari SMA Negeri 1 Raja Ampat dengan 318 like di Facebook, serta Fahreza Firandi, juga dari SMA Negeri 1 Raja Ampat, dengan 183 like di Facebook.

Baca Juga  Sorotan Dana Musda KNPI Raja Ampat, Pemuda Desak Aparat Periksa Penggunaan Rp500 Juta

Peserta lainnya yang menerima apresiasi adalah Marsya Melinda Werinussa dari SMK Child Aid Papua School, Alya Silawati Putri Tangahu dari SD Negeri 2 Waisai, Meta Wiwin/Miracle dari SD Alfa Omega, Melvin dan tim dari SMK Cahaya Anak Papua, serta Diktri Umpain dan tim dari SMP Bilingual Cahaya Anak Papua.

Selanjutnya, Vania Crizna Azzahra/Shanty Seseray dan Atikah Az-Zahra dari SMP IT Al-Ikhlas, Priskila Mariane Ronsumbre dari SMK Cahaya Anak Papua, Afdal Novrian Syah dan tim dari SMA Negeri 8 Raja Ampat, Suviana Itamar Burdam dan Marciano Kasengke dari SMA Negeri 1 Raja Ampat, serta Kelompok MTs TQ 3 dari MTs TQ Mu’adz Bin Jabal turut masuk dalam daftar penerima apresiasi.

Di bidang seni dan budaya, lomba tari Gale-Gale mempertandingkan kategori SMA/SMK/mahasiswa dan kategori SMP.

Pada kategori SMA/SMK/mahasiswa, SMK YPK Bukit Zaitun berhasil meraih juara pertama dengan nilai 1.052. Juara kedua diraih SMA Negeri 1 Raja Ampat Grup D dengan nilai 1.034, sedangkan juara ketiga diraih SMA Negeri 1 Raja Ampat Grup B dengan nilai 1.033.

Sementara itu, pada kategori SMP, SMP YPK PNIEL PAM keluar sebagai juara pertama dengan nilai 1.046. SMP YPPK Santa Maria Regina Grup B menempati posisi kedua dengan nilai 859, disusul Grup A dari sekolah yang sama di posisi ketiga dengan nilai 854.

Perlombaan tari Gale-Gale menjadi salah satu bagian dari upaya memperkenalkan dan menjaga keberlangsungan seni tari tradisional di kalangan generasi muda Raja Ampat.

Persaingan juga berlangsung dalam lomba suling tambur yang dibagi ke dalam dua kategori.

Pada kategori SMA/SMK dan mahasiswa, SMA Negeri 1 Raja Ampat meraih juara pertama dengan nilai 2.195. SMK YPK Bukit Zaitun menempati juara kedua dengan nilai 2.175, sedangkan Distrik Kepulauan Ayau meraih juara ketiga dengan nilai 2.110.

Baca Juga  Jasa Raharja Papua Raya Audiensi ke Pemkab Raja Ampat, Perkuat Sinergi Pelayanan dan Kepatuhan Pajak

Adapun pada kategori SMP, SMP YPK PNIEL PAM berhasil meraih juara pertama dengan nilai 2.200. Posisi kedua diraih Distrik Dorekar dengan nilai 2.165, sementara SMP YPK Alfa Omega Waisai menempati juara ketiga dengan nilai 2.060.

Selain penghargaan untuk para juara, panitia juga menetapkan penghargaan khusus. SMK YPK Bukit Zaitun dinobatkan sebagai penerima penghargaan Mayoret Terbaik, sedangkan Suling Kepala Terbaik diraih Distrik Kepulauan Ayau.

Pengumuman para pemenang pada malam penutupan menjadi bagian dari rangkaian Festival Pesona Raja Ampat 2026 yang berlangsung selama tiga hari di Waisai.

Ragam perlombaan yang diselenggarakan memperlihatkan keterlibatan pelajar dan kelompok seni dalam memeriahkan festival, sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka.

Melalui perlombaan seni tradisional, festival turut menjadi wadah untuk menjaga warisan budaya daerah. Sementara itu, lomba konten edukasi lingkungan diharapkan dapat mendorong pelajar semakin peduli terhadap pengelolaan sampah serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan pada Sabtu (17/10/2026), Festival Pesona Raja Ampat 2026 menutup perhelatan tiga harinya dengan pengumuman para pemenang yang berasal dari berbagai sekolah dan kelompok peserta di Kabupaten Raja Ampat.