Waisai, RajaAmpatNews – Pemda Raja Ampat terus berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di berbagai bidang. Salah satunya adalah sektor Perikanan.
Seperti yang dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Raja Ampat kepada para nelayan di Kampung Rutum Distrik Kepulauan Ayau Kabupaten Raja Ampat. Kegiatan tersebut berlangsung selama 3 hari. Dimulai Senin hingga Rabu 21 Agustus 2024.
Bimtek Peningkatan SDM Perikanan yang di ikuti nelayan setempat berfokus pada “Pelatihan Bongkar/Pasang Mesin Tempel” Para Peserta langsung mendapatkan Sertifikat Pelatihan Pengembangan SDM Nelayan (Bongkar/Pasang Mesin 15 PK).
Pelaksana tugas (Plt) Kepala dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Raja Ampat, Yosep Hadi Wijayanto Mirino dalam sambutanya menyampaikan, Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya di sektor perikanan yang menjadi sektor unggulan dan tulang punggung perekonomian masyarakat di wilayah.
“Pemerintah menyadari bahwa untuk mencapai keberhasilan dalam pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan, kita memerlukan tenaga-tenaga ahli yang terampil dan memiliki pengetahuan yang memadai,” ucap Yosep. Kamis, (22/8/24).
Yosep mengatakan bahwa Nelayan adalah ujung tombak bagi kemajuan perikanan di Raja Ampat, dan kita semua tahu bahwa kapal dan perahu motor merupakan alat utama bagi nelayan dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.
“Oleh karena itu, keterampilan dalam merawat dan memperbaiki motor adalah kebutuhan penting bagi para nelayan agar dapat bekerja dengan optimal dan lebih produktif. Pelatihan ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan tersebut,”ungkapnya.
Yosep berharap, para peserta, terutama nelayan, dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Keterampilan yang diperoleh juga dapat membuka peluang usaha baru di bidang jasa perawatan dan servis motor, sehingga bisa menambah sumber pendapatan bagi keluarga dan masyarakat.
“Pengetahuan yang didapatkan dari pelatihan ini tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga dapat membantu sesama nelayan di kampung masing-masing. Dan berpeluang membuka usaha baru,” ujarnya.