RAJA AMPAT – Festival Pesona Raja Ampat 2026 kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan terpilih untuk ketiga kalinya dalam jajaran Karisma Event Nusantara (KEN). Capaian ini menjadi pengakuan atas potensi pariwisata Raja Ampat sekaligus momentum untuk memperkuat komitmen terhadap pelestarian alam bahari dan budaya masyarakat setempat.
Rangkaian Festival Pesona Raja Ampat 2026 resmi ditutup oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Reza Fahlevi, di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Waisai, Sabtu (17/10/2026).
Dalam sambutannya, Reza Fahlevi menyampaikan harapan agar Festival Pesona Raja Ampat dapat kembali terpilih sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara pada tahun-tahun mendatang.
Menurutnya, terpilihnya festival tersebut untuk ketiga kalinya merupakan pencapaian yang patut disyukuri sekaligus menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan event pariwisata di Raja Ampat.
“Melalui penyelenggaraan Festival Pesona Raja Ampat 2026 yang kembali terpilih untuk ketiga kalinya dalam jajaran Karisma Event Nusantara, semoga ke depan kita dapat terpilih kembali,” ujarnya.
Reza menegaskan, Raja Ampat merupakan anugerah luar biasa dengan keindahan alam bahari yang telah dikenal hingga ke berbagai penjuru dunia. Namun, popularitas tersebut juga membawa tanggung jawab besar bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keberlanjutan pariwisata.
Ia mengingatkan bahwa pengembangan pariwisata Raja Ampat harus berjalan seiring dengan upaya menjaga keindahan alam, kelestarian ekosistem laut, serta kehidupan masyarakat lokal agar tetap terpelihara bagi generasi mendatang.
Terlebih, Raja Ampat merupakan bagian dari UNESCO Global Geopark yang memiliki nilai penting dari sisi geologi, keanekaragaman hayati, dan kekayaan alam. Karena itu, pelestarian lingkungan harus menjadi bagian utama dalam setiap upaya pengembangan destinasi wisata.
Reza juga mengajak seluruh pihak untuk mendukung upaya pelestarian dan pengelolaan Raja Ampat secara berkelanjutan, termasuk menjaga agar status dan pengakuan internasional yang telah dimiliki daerah tersebut tetap dapat dipertahankan.
Dalam konteks tersebut, ia turut menyampaikan harapan agar proses revitalisasi yang tengah menjadi perhatian dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil terbaik bagi keberlanjutan pengelolaan Raja Ampat.
Lebih lanjut, Reza mengapresiasi tema Festival Pesona Raja Ampat 2026, yakni “Harmoni Bahari dan Budaya Maritim”, yang dinilainya memiliki makna mendalam bagi kehidupan masyarakat setempat.
Menurutnya, laut bagi masyarakat Raja Ampat bukan sekadar bentang alam yang menawarkan keindahan, melainkan juga sumber kehidupan dan bagian yang tidak terpisahkan dari identitas, adat istiadat, tradisi, serta kehidupan sosial masyarakat.
Oleh karena itu, pelestarian laut dan budaya harus berjalan beriringan. Keduanya merupakan unsur penting dalam menjaga karakter Raja Ampat sekaligus memastikan pariwisata memberikan manfaat bagi masyarakat lokal.
“Pada akhirnya, kita percaya bahwa kekuatan Raja Ampat terletak pada harmoni antara laut dan budaya. Ketika laut terjaga, budaya tetap hidup. Ketika budaya lestari, identitas masyarakat tetap kuat,” tuturnya.
Penghargaan melalui Karisma Event Nusantara diharapkan tidak hanya memperkuat promosi Festival Pesona Raja Ampat di tingkat nasional, tetapi juga mendorong pengembangan pariwisata yang bertanggung jawab, berkelanjutan, dan berakar pada kearifan lokal.
Dengan demikian, Festival Pesona Raja Ampat tidak sekadar menjadi agenda tahunan untuk menarik wisatawan, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat kekayaan bahari, melestarikan budaya maritim, serta memperkuat peran masyarakat lokal dalam menjaga masa depan pariwisata Raja Ampat.












