Bupati Orideko Burdam Tegaskan Festival Pesona Raja Ampat Tak Boleh Berhenti di Panggung Seremonial

RAJA AMPAT – Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, menegaskan bahwa keberhasilan Festival Pesona Raja Ampat 2026 bukan hanya diukur dari kemeriahan acara, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga dan menghidupkan budaya lokal serta potensi pariwisata dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan Orideko dalam sambutannya pada malam puncak Festival Pesona Raja Ampat 2026 yang mengusung tema “Harmoni Bahari dan Budaya Maritim”, di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Sabtu (17/10/2026).

Orideko menyampaikan, rangkaian festival selama tiga hari dapat berjalan sukses berkat kerja keras dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, hingga pelaku pariwisata, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masyarakat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan, petugas kebersihan, dan seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan sejak pembukaan hingga malam puncak.

“Keberhasilan festival ini merupakan hasil kerja keras kita semua. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, termasuk pelaku wisata, pelaku UMKM, tenaga kesehatan, petugas kebersihan, dan seluruh masyarakat Raja Ampat,” ujarnya.

Menurut Orideko, festival yang menampilkan berbagai perlombaan, parade, serta pertunjukan budaya tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan kekayaan alam, kreativitas, dan identitas budaya Raja Ampat kepada pengunjung.

Namun, ia mengingatkan bahwa pelestarian budaya tidak boleh berhenti setelah rangkaian festival berakhir. Masyarakat perlu menjadikan kekayaan budaya lokal sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari sekaligus daya tarik yang memperkuat pariwisata daerah.

Ia mendorong masyarakat untuk terus melestarikan kuliner khas Raja Ampat, memperkenalkan perahu tradisional sebagai bagian dari sejarah dan identitas masyarakat bahari, serta menghidupkan kembali kesenian suling tambur sebagai warisan budaya maritim.

Baca Juga  Lomba Perahu Hias Festival Pesona Raja Ampat 2026, Sembilan Delegasi Angkat Identitas Budaya Bahari

“Festival ini harus hidup dalam keseharian masyarakat. Kuliner khas Raja Ampat harus terus dilestarikan, perahu tradisional perlu dikenalkan kepada generasi muda, dan suling tambur harus tetap hidup sebagai bagian dari budaya maritim kita,” pesannya.

Orideko berharap, semangat yang tumbuh selama Festival Pesona Raja Ampat 2026 dapat berlanjut melalui keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga budaya, mengembangkan produk lokal, serta mendukung keberlanjutan sektor pariwisata.

Dengan demikian, Festival Pesona Raja Ampat tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat identitas daerah, membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, dan menjaga warisan budaya agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.