Sambut Tim Dokter Bedah Saraf RS PON, Pemkab Raja Ampat Berharap Kompetensi Medis dan Fasilitas RSUD Ditingkatkan

RAJA AMPAT – Pemerintah Kabupaten Raja Ampat berharap kunjungan tim dokter spesialis bedah saraf dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kompetensi tenaga medis sekaligus mendorong pengembangan fasilitas pelayanan kesehatan di RSUD Raja Ampat.

Harapan tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Joseph Latuihamallo, saat memberikan sambutan selamat datang yang mewakili Bupati Raja Ampat dalam kunjungan tim dokter spesialis bedah saraf RS Pusat Otak Nasional (RS PON) di RSUD Raja Ampat, Sabtu (17/10/2026).

Dalam sambutannya, Joseph menyampaikan apresiasi atas kedatangan tim dokter spesialis tersebut. Menurutnya, kehadiran para tenaga medis dari rumah sakit rujukan nasional itu merupakan kesempatan berharga bagi Raja Ampat, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tengah keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas.

Ia menjelaskan, RSUD Raja Ampat saat ini didukung oleh 23 dokter, yang terdiri atas 13 dokter spesialis dan 10 dokter umum. Namun, jumlah tersebut masih perlu diperkuat untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat yang tersebar di wilayah kepulauan.

“Dengan kondisi fasilitas yang masih terbatas, pemerintah daerah terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat, terutama masyarakat asli Raja Ampat yang berada di kampung-kampung,” ujarnya.

Joseph menegaskan, tantangan pelayanan kesehatan di Raja Ampat tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan tenaga medis dan fasilitas rumah sakit, tetapi juga kondisi geografis yang cukup sulit. Kabupaten Raja Ampat memiliki 117 kampung dan 24 distrik, dengan sebagian wilayah hanya dapat dijangkau melalui transportasi laut.

Kondisi tersebut membuat pelayanan kesehatan membutuhkan biaya dan upaya yang besar. Mobilitas tenaga medis maupun rujukan pasien ke wilayah-wilayah terpencil menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah.

Baca Juga  Akhiri Masa Jabatan, Asintel Danpasmar 3 Berikan Buku Inspirasi Kepada Generasi Muda Papua

Karena itu, ia menilai kunjungan tim dokter spesialis bedah saraf RS PON sangat penting untuk membuka peluang peningkatan kapasitas tenaga medis lokal melalui pertukaran pengetahuan, pendampingan, serta penguatan kompetensi dalam penanganan kasus-kasus yang membutuhkan keahlian khusus.

Joseph juga berharap tim dokter dapat memberikan masukan terkait kebutuhan pengembangan RSUD Raja Ampat, baik dari sisi sumber daya manusia maupun kelengkapan infrastruktur dan peralatan medis.

“Kami berharap melalui kunjungan ini, tim dokter dapat melihat secara langsung kekurangan yang masih kami miliki sekaligus memberikan masukan dan solusi agar pelayanan kesehatan di rumah sakit ini semakin baik,” katanya.

Di sisi lain, Joseph mengakui bahwa keterbatasan anggaran daerah turut memengaruhi kemampuan pemerintah dalam membiayai pembangunan dan pengembangan fasilitas pelayanan publik, termasuk sektor kesehatan.

Ia menjelaskan, kemampuan keuangan daerah mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, pada 2025 anggaran daerah berada di kisaran Rp1,7 triliun, sedangkan pada 2026 turun menjadi sekitar Rp1,1 triliun. Penurunan tersebut membuat pemerintah daerah harus lebih selektif dalam menentukan prioritas pembangunan.

Meski menghadapi keterbatasan fiskal, pemerintah daerah tetap berupaya mendukung peningkatan fasilitas RSUD Raja Ampat. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah pengadaan dua unit lift untuk menunjang akses dan pelayanan di gedung rumah sakit.

Selain itu, pemerintah daerah juga merencanakan penambahan ruang rawat inap di lantai dua dengan memanfaatkan ruang yang masih tersedia. Rencana tersebut diharapkan dapat menambah kapasitas pelayanan dan meningkatkan kenyamanan pasien.

Joseph berharap, dukungan dan masukan dari tim dokter spesialis bedah saraf RS PON dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan dalam pengembangan pelayanan kesehatan di Raja Ampat.

Baca Juga  Hadapi Pilkada Serentak, Panwaslu Distrik Batanta Selatan Perkuat Kapasitas SDM

Ia juga menaruh harapan agar rencana penguatan layanan medis, termasuk target pelaksanaan operasi perdana yang disebutkan dalam sambutannya untuk Januari mendatang, dapat direalisasikan sesuai kesiapan tenaga medis, fasilitas, dan peralatan pendukung.

Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak dapat hanya bertumpu pada pembangunan gedung dan penyediaan peralatan, tetapi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi tenaga medis serta dukungan sistem pelayanan yang memadai.

Menutup sambutannya, Joseph kembali menyampaikan terima kasih atas kunjungan rombongan dokter spesialis bedah saraf RS PON. Ia berharap kunjungan tersebut bukan menjadi pertemuan pertama dan terakhir, melainkan awal dari hubungan kerja sama yang berkesinambungan demi memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat Raja Ampat.

Pemerintah Kabupaten Raja Ampat berharap kolaborasi dengan tenaga medis dari rumah sakit pusat tersebut dapat membantu menjawab tantangan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan, sehingga masyarakat semakin memiliki akses terhadap pelayanan medis yang berkualitas tanpa harus selalu dirujuk ke luar daerah.