WAISAI, RajaAmpatNews – Ketua DPRK Raja Ampat, Moh. Taufik Sarasa, menyampaikan ucapan selamat atas satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam dan Mansyur Syahdan, yang dikenal dengan singkatan ORMAS.
Dalam keterangannya, Taufik mengajak seluruh elemen pemerintah daerah untuk menjadikan momentum satu tahun kepemimpinan tersebut sebagai bahan refleksi dan evaluasi menyeluruh terhadap jalannya roda pemerintahan di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.
“Memang kalau kita refleksi kembali, ada beberapa kekurangan yang terjadi. Ini menjadi catatan penting bagi kita semua,” ujar Taufik. Jumat,(20/2/2026).
Ia menekankan bahwa salah satu hal krusial yang perlu menjadi perhatian serius adalah pengelolaan anggaran daerah, terutama di tengah kebijakan efisiensi yang berdampak pada Transfer ke Daerah (TKD).
Menurut dia, tantangan efisiensi anggaran harus dijawab dengan perencanaan dan penyerapan anggaran yang lebih optimal pada tahun 2026. Ia berharap APBD Raja Ampat dapat terserap dengan baik sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat di seluruh wilayah.
“Sekiranya di 2026 ini penyerapan anggaran bisa lebih baik, sehingga APBD yang ada dapat terserap secara maksimal dan tersalurkan dengan baik kepada masyarakat,” katanya.
Selain soal anggaran, Taufik juga menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan di seluruh kampung di Raja Ampat. Saat ini, terdapat 117 kampung yang tersebar di berbagai distrik, dengan tantangan geografis yang cukup kompleks.
Ia berharap pembangunan infrastruktur, pelayanan dasar, dan program pemberdayaan masyarakat tidak terpusat di wilayah tertentu saja, melainkan merata hingga ke kampung-kampung terpencil.

DPRK, lanjutnya, juga mendukung langkah-langkah konkret yang telah dilakukan Bupati, termasuk peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja di Kampung Solal beberapa waktu lalu.
“Kami mendukung langkah Bupati yang kemarin baru saja meletakkan batu pertama gedung gereja di Kampung Solal. Kami berharap gereja dan masjid yang hari ini belum tuntas pembangunannya dapat segera diselesaikan,” ujarnya.
Dalam aspek tata kelola pemerintahan, Taufik menyoroti pelantikan pejabat eselon II yang telah dilakukan pekan lalu. Namun, ia mengingatkan agar pengisian jabatan eselon III dan IV segera dilakukan demi menjaga efektivitas pelayanan publik.
Ia menyebut sejumlah jabatan strategis yang masih kosong, seperti Kepala Bagian Pemerintahan dan Kepala Bagian Hukum, yang dinilai sangat sentral dalam mendukung kinerja birokrasi.
“Hari ini yang sangat sentral sekali seperti Kabag Pemerintahan masih kosong, Kabag Hukum juga masih kosong. Ini harus segera diisi agar tidak menghambat pelayanan publik,” katanya.
Tak hanya itu, Taufik juga menyinggung persoalan di sektor kesehatan dan pendidikan. Ia mengungkapkan adanya sejumlah kepala puskesmas yang tidak berada di tempat tugas, bahkan ada yang jabatannya masih kosong. Kondisi serupa juga disebut terjadi pada sejumlah kampung yang ada di Wilayah Kabupaten Raja Ampat.
Menurut dia, pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk penegakan disiplin aparatur dan pengisian jabatan yang kosong, agar pelayanan dasar kepada masyarakat tidak terganggu.
“Beberapa kepala puskesmas tidak berada di tempat tugas, ada juga yang masih kosong. Semua itu harus segera diisi. Jangan sampai pelayanan kesehatan dan pendidikan di kampung-kampung terhambat,” ujarnya.
Lebih jauh, Ketua DPRK juga mendorong pemerintah daerah untuk lebih serius menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia menilai masih banyak sektor potensial yang belum dikelola secara maksimal.
Menurut Taufik, kemandirian fiskal harus menjadi agenda penting ke depan, sehingga Raja Ampat tidak terlalu bergantung pada dana transfer pusat.
“Semua sektor yang bisa menghasilkan PAD harus digerakkan. Intinya, dari kebijakan fiskal kita harus lebih mandiri dan menggenjot PAD yang selama ini belum dikelola secara baik,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Taufik berharap sinergi antara DPRK dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat demi mewujudkan pemerintahan yang efektif, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat di seluruh wilayah Raja Ampat.
Writer: Dony Kumuai II Editor: Petrus Rabu













